• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Dissertations
    • Doctor of Economics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Dissertations
    • Doctor of Economics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Anteseden dan Konsekuensi Kepuasan Kerja Tinjauan Aspek Pelanggaran Kontrak Psikologis

    Thumbnail
    View/Open
    16931004.pdf (7.154Mb)
    Date
    2023
    Author
    Sunarta
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran keadilan organisasional sebagai anteseden kepuasan kerja dan pengaruhnya terhadap perilaku prokrastinasi dalam konteks pelanggaran kontrak psikologis. Pendekatan penelitian ini menggunakan deduktif, yaitu pendekatan penelitian yang dibangun berdasarkan filsafat positivisme. Strategi dalam penelitian ini menggunakan metode survei dengan desain cross-sectional. Metode penelitian menggunakan metode tunggal (mono-method) yaitu metode kuantitatif. Jumlah populasi penelitian 872 orang dan sampel yang diteliti sebanyak 195 orang tenaga kependidikan pada Perguruan Tinggi Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil. Data penelitian diperoleh menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM) berbasis kovarian (CB-SEM) dengan bantuan software Analysis of Moment Structures (AMOS). Konteks pelanggaran kontrak psikologis (PCB) dianalisis menggunakan analisis multigroup dengan mengelompokkan sampel PCB tinggi dan PCB rendah. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Keadilan distributif dan keadilan prosedural merupakan anteseden kepuasan kerja. Keadilan distributif dan keadilan prosedural berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, sedangkan keadilan interaksional tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. (2) Keadilan distributif berpengaruh negatif terhadap perilaku prokrastinasi melalui kepuasan kerja, sedangkan keadilan prosedural dan keadilan interaksional terhadap perilaku prokrastinasi tidak signifikan. (3) Keadilan distributif berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja dalam konteks pelanggaran kontrak psikologis tinggi, sedangkan keadilan prosedural berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja dalam konteks pelanggaran kontrak psikologis rendah. (4) Kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku prokrastinasi dalam konteks pelanggaran kontrak psikologis. Hasil penelitian ini memberikan implikasi adanya peran keadilan distributif sebagai anteseden paling dominan terhadap kepuasan kerja. Pengaruh keadilan organisasional terhadap kepuasan kerja dan perilaku prokrastinasi terjadi pada konteks hubungan yang bersifat formaltransaksional dibandingkan konteks informal-relasional.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/53479
    Collections
    • Doctor of Economics [94]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV