SINTESIS FAME DARI JELANTAH SEBAGAI BAHAN BAKU BIOSOLAR DAN BLENDING DENGAN BIOADITIF FRAKSI MINYAK ATSIRI SERAI WANGI UNTUK OPTIMALISASI PEMBAKARAN PADA MESIN DIESEL
Date
2024-10-16Author
Fitri, Noor
Kiranandika Syahrizal, Anindya
Hidayat, Arif
Aditya Dharma, Irfan
Maulidiyah, Riskiyatul
Khofifah, Khofifah
Sukri, Qomarudin
Syahputra, Rahmat
Ila Nurhuddah, Ika
Metadata
Show full item recordAbstract
Kebutuhan bahan bakar diesel di Indonesia yang kian meningkat menimbulkan permasalahan pada kelangkaan BBM. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan Fatty Acid Metil Ester (FAME) yang disintesis dari jelantah sebagai bahan baku biosolar B35. Selain itu, penggunaan bahan bakar diesel berdampak negatif terhadap lingkungan berupa emisi gas buang CO, CO2, HC, O2, dan NOx yang dihasilkan dari proses pembakaran yang tidak sempurna. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, penambahan bioaditif dilakukan sebagai penyumbang gugus oksigenat untuk mengoptimalkan pembakaran dalam mengurangi emisi gas buang. Tahapan penelitian terdiri dari: 1) Sintesis FAME dari minyak jelantah melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis basa; 2) B35 diformulasikan dari 35% FAME dengan penambahan 65% Dexlite; 3) Penambahan bioaditif dari fraksi minyak serai wangi; 4) Pengujian emisi gas buang menggunakan mesin diesel Nissan SD 22. Hasil penelitian menunjukkan kadar FAME yang diperoleh 99,86%. Penambahan bioaditif pada B35 mampu menurunkan emisi gas CO sebesar 45%, namun emisi gas HC tidak berubah signifikan.
