Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik menggunakan Teknologi Insenerator dengan Metode Wet Scrubber
Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang pengelolaan sampah organik dan
anorganik menggunakan teknologi insenerator dengan metode wet scrubber.
Sampah yang digunakan yaitu sampah organik maupun anorganik. Sampah
dikeringkan terlebih dahulu selama 30 menit di bawah sinar matahari untuk
menghilangkan sisa air, lalu dilakukan pembakaran dan dipelajari kandungan gas
asap pembakaran. Penelitian ini juga mempelajari perbandingan gas buang NO2
pada insinerator, wet scrubber, dan cerobong akhir, serta gas buang SO2 pada
insinerator, wet scrubber, dan cerobong akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kadar gas buang NO2 dan SO2 sama-sama mengalami penurunan pada setiap
prosesnya dari insinerator sampai cerobong akhir, untuk kadar gas buang NO2
sebesar13,72 mg/Nm3, dan untuk kadar gas buang SO2 sebesar 107,680 mg/Nm3 Pemberian zeolit dan arang aktif dapat secara efektif membantu menurunkan kadar NO2 dan SO2 dengan cara adsorpsi. Pengaruh wet dan dry scrubber juga sangat
penting untuk mengurangi kadar NO2 dan SO2 dengan cara menyemprotkan air.
Berdasarkan hal tersebut, gas buang pembakaran sampah aman untuk dibuang ke
lingkungan karena di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh KLHK, yaitu untuk
nitrogen oksida sebesar 470 mg/Nm3 , dan untuk sulfur dioksida sebesar 210 mg/Nm3
Collections
- Chemistry [753]
