| dc.description.abstract | Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) memiliki peran penting dalam
perekonomian lokal, terutama dalam mendukung UMKM dan meningkatkan inklusi
keuangan. Namun, dalam lima tahun terakhir, BPRS menghadapi tantangan besar
berupa kebangkrutan. Peningkatan jumlah BPRS yang bangkrut, khususnya di Jawa
Barat, menekankan pentingnya memahami faktor-faktor yang memengaruhi stabilitas
mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
berkontribusi terhadap kebangkrutan BPRS, menganalisis dampak struktur
kepemilikan terhadap risiko kebangkrutan, dan menemukan strategi efektif untuk
mencegahnya. Metode penelitian mencakup kombinasi pendekatan kuantitatif dengan
menggunakan Altman Z-Score yang dimodifikasi dan regresi linier berganda, serta
analisis data dilakukan dengan software Stata MP 17. Temuan penelitian menunjukkan
bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) dan struktur kepemilikan mempengaruhi
kebangkrutan BPRS, dengan struktur kepemilikan yang terpusat berkontribusi pada
peningkatan risiko kebangkrutan. Strategi efektif untuk mencegah kebangkrutan
melibatkan optimalisasi Capital Adequacy Ratio (CAR) dan diversifikasi struktur
kepemilikan. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan wawasan mendalam
mengenai dampak struktur kepemilikan terhadap risiko kebangkrutan BPRS, serta
menawarkan rekomendasi kebijakan yang praktis untuk meningkatkan stabilitas
keuangan bank syariah. | en_US |