Show simple item record

dc.contributor.authorFatmawati
dc.date.accessioned2024-10-30T01:58:10Z
dc.date.available2024-10-30T01:58:10Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53398
dc.description.abstractHealth technology assessment (HTA) merupakan evaluasi secara sistematis, efek, dan/atau dampak dari teknologi kesehatan yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembuat kebijakan yang berhubungan dengan teknologi kesehatan untuk meminimalkan biaya dan mencegah penggunaan teknologi yang diragukan. HTA telah banyak digunakan dalam melakukan penilaian terhadap teknologi kesehatan, salah satunya untuk alat kesehatan. Alat kesehatan yang dinilai dengan HTA pada penelitaian ini adalah purwarupa identifikasi TB. Fasilitas kesehatan seperti PUSKESMAS masih menggunakan mikroskop binokular untuk deteksi BTA. Mikroskop yang digunakan masih manual sehingga dikembangkan alat sistem berbantu komputer untuk memudahkan penggunaan mikroskop. Namun, kriteria penilaian yang digunakan belum ada ketentuan khusus untuk alat kesehatan. Pada penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui kriteria apa saja yang sering digunakan pada HTA untuk alat kesehatan, dan menilai potensi dari purwarupa identifikasi TB untuk diterapkan di PUSKESMAS. Metode yang digunakan dalam penilaian alat tersebut adalah studi literatur, FGD dengan narasumber, dan penarikan kesimpulan. Studi literatur dilakukan untuk mengetahui kriteria apa saja yang digunakan dalam HTA untuk alat kesehatan, dan kemudian kriteria tersebut digunakan dalam penilaian alat purwarupa identifikasi TB. Hasil pencarian literatur yang telah dilakukan validasi dengan FGD, kemudian didapatkan kriteria yang digunakan dalam HTA, yaitu: ekonomi, keamanan, efektivitas, organisasi, masalah kesehatan dan teknologi yang digunakan, deskripsi teknologi kesehatan, etika, pasien dan sosial, legal, human and cognitive, professional dan organisasi, training, workpat, cost per patient, coverage, unit cost, clinical benefit, quality of life, opinion, evidence, dan aspek perspektif strategi dan politik. Penggunaan kriteria tersebut diterapkan untuk penilaian purwarupa identifikasi TB. Purwarupa dinilai sudah inovatif dan berpotensi untuk diterapkan di PUSKESMAS karena dapat mempermudah pekerjaan ATLM dalam mendeteksi BTA lebih cepat dan akurat. Dari sisi ekonomi, dibutuhkan perancangan anggaran terlebih dahulu, dan diperlukan analisis lebih lanjut terkait evaluasi ekonomi. Untuk penerapan purwarupa identifikasi TB, diberikan rekomendasi dari narasumber apabila iv diterapkan maka harus memenuhi regulasi yang telah ditetapkan minimal pada tingkat Provinsi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectHTAen_US
dc.subjectHealth Technology Assessmenten_US
dc.subjectKriteriaen_US
dc.subjectAlat Kesehatanen_US
dc.subjectPurwarupa Identifikasi TBen_US
dc.titleHealth Technology Assessment Purwarupa Identifikasi Tuberculosis di Kabupaten Slemanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18917111


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record