Health Technology Assessment Purwarupa Identifikasi Tuberculosis di Kabupaten Sleman
Abstract
Health technology assessment (HTA) merupakan evaluasi secara sistematis, efek, dan/atau
dampak dari teknologi kesehatan yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada
pembuat kebijakan yang berhubungan dengan teknologi kesehatan untuk meminimalkan
biaya dan mencegah penggunaan teknologi yang diragukan. HTA telah banyak digunakan
dalam melakukan penilaian terhadap teknologi kesehatan, salah satunya untuk alat
kesehatan. Alat kesehatan yang dinilai dengan HTA pada penelitaian ini adalah purwarupa
identifikasi TB. Fasilitas kesehatan seperti PUSKESMAS masih menggunakan mikroskop
binokular untuk deteksi BTA. Mikroskop yang digunakan masih manual sehingga
dikembangkan alat sistem berbantu komputer untuk memudahkan penggunaan mikroskop.
Namun, kriteria penilaian yang digunakan belum ada ketentuan khusus untuk alat kesehatan.
Pada penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui kriteria apa saja yang sering digunakan pada
HTA untuk alat kesehatan, dan menilai potensi dari purwarupa identifikasi TB untuk
diterapkan di PUSKESMAS. Metode yang digunakan dalam penilaian alat tersebut adalah
studi literatur, FGD dengan narasumber, dan penarikan kesimpulan. Studi literatur dilakukan
untuk mengetahui kriteria apa saja yang digunakan dalam HTA untuk alat kesehatan, dan
kemudian kriteria tersebut digunakan dalam penilaian alat purwarupa identifikasi TB. Hasil
pencarian literatur yang telah dilakukan validasi dengan FGD, kemudian didapatkan kriteria
yang digunakan dalam HTA, yaitu: ekonomi, keamanan, efektivitas, organisasi, masalah
kesehatan dan teknologi yang digunakan, deskripsi teknologi kesehatan, etika, pasien dan
sosial, legal, human and cognitive, professional dan organisasi, training, workpat, cost per
patient, coverage, unit cost, clinical benefit, quality of life, opinion, evidence, dan aspek
perspektif strategi dan politik. Penggunaan kriteria tersebut diterapkan untuk penilaian
purwarupa identifikasi TB. Purwarupa dinilai sudah inovatif dan berpotensi untuk
diterapkan di PUSKESMAS karena dapat mempermudah pekerjaan ATLM dalam
mendeteksi BTA lebih cepat dan akurat. Dari sisi ekonomi, dibutuhkan perancangan
anggaran terlebih dahulu, dan diperlukan analisis lebih lanjut terkait evaluasi ekonomi.
Untuk penerapan purwarupa identifikasi TB, diberikan rekomendasi dari narasumber apabila
iv
diterapkan maka harus memenuhi regulasi yang telah ditetapkan minimal pada tingkat
Provinsi.
Collections
- Master of Informatics [361]
