Hubungan Antara Hardiness dengan Stres Akademik Pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Abstract
Mahasiswa tingkat akhir cenderung rentan mengalami stres selama proses
pengerjaan skripsi. Salah satu faktor yang memengaruhi tingkat stres ini adalah
karakteristik kepribadian, di mana hardiness merupakan salah satu karakteristik
yang mampu menekan stres dan melindungi individu dari dampak negatifnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara hardiness dan stres
pada mahasiswa S1 tingkat akhir, dengan melibatkan 200 responden. Menggunakan
metode kuantitatif dengan desain korelasional, sampel diambil melalui teknik
convenience sampling. Untuk mengukur variabel stres, digunakan skala Student-
Life Stress Inventory= (Gadzella, 1991), sedangkan untuk hardiness digunakan
skala Dispositional Resilience Scale (DRS-15) yang dikembangkan oleh Bartone
(2007). Data dianalisis menggunakan uji korelasi non-parametrik Spearman Rho,
dan hasilnya menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara
hardiness dan stres pada mahasiswa tingkat akhir. Nilai koefisien korelasi sebesar
r = -0.530 dengan signifikansi p = 0.000 (p < 0.05), menunjukkan bahwa semakin
tinggi tingkat hardiness seseorang, semakin rendah tingkat stres yang dirasakan.
Sebaliknya, semakin rendah hardiness, semakin tinggi tingkat stres yang dialami
mahasiswa. Korelasi ini termasuk dalam kategori kuat, menegaskan bahwa
hardiness berperan penting dalam menurunkan tingkat stres.
Collections
- Psychology [2602]
