Show simple item record

dc.contributor.authorSandika, Dwi Putra
dc.date.accessioned2024-10-29T06:44:07Z
dc.date.available2024-10-29T06:44:07Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53354
dc.description.abstractPT. Citranusa Intisawit merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan pengolahan Crude Palm Oil (CPO). Terdapat 6 stasiun proses pengolahan Inti dalam melakukan pengolahan minyak kelapa sawit (CPO) pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kedukul antara lain Stasiun Loading Rame, Stasiun Perebusan (Sterilizer), stasiun Bantingan (Tresher), stasiun Pressing, stasiun Inti Kelapa Sawit (Kernel) dan stasiun Klarifikasi (Pemurnian CPO). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi resiko paling bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja di area proses pengolahan, mencari dan menemukan nilai level resiko yang diperoleh dari hasil identifikasi resiko pada area proses pengolahan serta memberikan rekomendasi atau solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko yang paling tinggi dan berbahaya pada area proses pengolahan Crude Palm Oil (CPO). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan Job Safety Analysis (JSA). Hasil dari penelitian ini yaitu potensi paling bahaya (ekstrim) terjadi pada stasiun perebusan (sterilizer) dan stasiun bantingan. Jumlah nilai resiko tertinggi yaitu pertama stasiun Perebusan (Sterilizer) dengan jumlah nilai resiko sebesar 45, kedua stasiun Pengempaan (pressing) dengan jumlah nilai resiko sebesar 39, ketiga diikuti oleh stasiun loading rame dengan jumlah resiko sebesar 37, keempat stasiun bantingan dengan jumlah nilai resiko sebesar 31, kelima stasiun klarifikasi dengan jumlah nilai resiko sebesar 23 dan untuk urutan keenam atau terakhir dengan jumlah nilai resiko terendah di miliki oleh stasiun inti kelapa sawit dengan jumlah nilai resiko sebesar 20. Rekomendasi yang diberikan yaitu pertama pengendalian rekayasa yaitu dengan menambah tanda – tanda atau simbol – simbol bahaya/ peringatan. Kedua melakukan pengendalian Alat Pelindung Diri (APD) yaitu penggunaan APD seperti kaca mata safety, helm safety, sepatu safety, sarung tangan, penutup telinga serta wear pack. Ketiga melakukan pengendalian administrasi yaitu dengan rutin membuat penjadwalan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sosialisasi terkait K3 untuk semua operator Pabrik dan pembuatan Standar operasional prosedur (SOP) untuk setiap stasiun pengolahan. Keempat melakukan pengendalian substitusi yaitu melakukan penggantian material terutama penggantian sling dan pengait lori pada stasiun perebusan secara berkala. Kelima melakukan eliminasi yaitu eliminasi dilakukan dengan upaya menghentikan peralatan atau sumber yang dapat menimbulkan bahaya seperti pada pipa klarikasi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectHazard Identification and Risk Assessment (HIRA)en_US
dc.subjectJob Safety Analysis (JSA)en_US
dc.subjectKeselamatan & Kesehatan Kerja (K3)en_US
dc.titleAnalisis Potensi Penyebab Kecelakaan Kerja pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Menggunakan Metode Hazard Identification And Risk Assessment (HIRA) dan Job Safety Analysis (JSA) (Studi Kasus: Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kedukul Factory PT. Citranusa Intisawit)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18522192


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record