• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Potensi Penyebab Kecelakaan Kerja pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Menggunakan Metode Hazard Identification And Risk Assessment (HIRA) dan Job Safety Analysis (JSA) (Studi Kasus: Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kedukul Factory PT. Citranusa Intisawit)

    Thumbnail
    View/Open
    18522192.pdf (3.860Mb)
    Date
    2022
    Author
    Sandika, Dwi Putra
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    PT. Citranusa Intisawit merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan pengolahan Crude Palm Oil (CPO). Terdapat 6 stasiun proses pengolahan Inti dalam melakukan pengolahan minyak kelapa sawit (CPO) pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kedukul antara lain Stasiun Loading Rame, Stasiun Perebusan (Sterilizer), stasiun Bantingan (Tresher), stasiun Pressing, stasiun Inti Kelapa Sawit (Kernel) dan stasiun Klarifikasi (Pemurnian CPO). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi resiko paling bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja di area proses pengolahan, mencari dan menemukan nilai level resiko yang diperoleh dari hasil identifikasi resiko pada area proses pengolahan serta memberikan rekomendasi atau solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko yang paling tinggi dan berbahaya pada area proses pengolahan Crude Palm Oil (CPO). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan Job Safety Analysis (JSA). Hasil dari penelitian ini yaitu potensi paling bahaya (ekstrim) terjadi pada stasiun perebusan (sterilizer) dan stasiun bantingan. Jumlah nilai resiko tertinggi yaitu pertama stasiun Perebusan (Sterilizer) dengan jumlah nilai resiko sebesar 45, kedua stasiun Pengempaan (pressing) dengan jumlah nilai resiko sebesar 39, ketiga diikuti oleh stasiun loading rame dengan jumlah resiko sebesar 37, keempat stasiun bantingan dengan jumlah nilai resiko sebesar 31, kelima stasiun klarifikasi dengan jumlah nilai resiko sebesar 23 dan untuk urutan keenam atau terakhir dengan jumlah nilai resiko terendah di miliki oleh stasiun inti kelapa sawit dengan jumlah nilai resiko sebesar 20. Rekomendasi yang diberikan yaitu pertama pengendalian rekayasa yaitu dengan menambah tanda – tanda atau simbol – simbol bahaya/ peringatan. Kedua melakukan pengendalian Alat Pelindung Diri (APD) yaitu penggunaan APD seperti kaca mata safety, helm safety, sepatu safety, sarung tangan, penutup telinga serta wear pack. Ketiga melakukan pengendalian administrasi yaitu dengan rutin membuat penjadwalan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sosialisasi terkait K3 untuk semua operator Pabrik dan pembuatan Standar operasional prosedur (SOP) untuk setiap stasiun pengolahan. Keempat melakukan pengendalian substitusi yaitu melakukan penggantian material terutama penggantian sling dan pengait lori pada stasiun perebusan secara berkala. Kelima melakukan eliminasi yaitu eliminasi dilakukan dengan upaya menghentikan peralatan atau sumber yang dapat menimbulkan bahaya seperti pada pipa klarikasi.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/53354
    Collections
    • Industrial Engineering [2835]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV