• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Risiko Proyek Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) Pada PT. Hutama Karya (Persero) (Studi Kasus: Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus))

    Thumbnail
    View/Open
    20522085.pdf (2.322Mb)
    Date
    2024
    Author
    Alif, Muhammad Zaedan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Proyek konstruksi adalah jenis kegiatan dimana hasil kerjanya sangat dipengaruhi oleh produktivitas tenaga kerja. Pekerja proyek, yang merupakan tenaga ahli yang bekerja langsung di lapangan, harus dapat menghadapi berbagai risiko yang mungkin. Divisi Manajemen Risiko di PT. Hutama Karya (Persero) bertanggung jawab dalam mengendalikan dan mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi di lapangan. Pada saat ini PT. Hutama Karya (Persero) sedang membangun Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAMPIDSUS). Dalam proses pembangunan proyek ini, tim lapangan PT. Hutama Karya (Persero) akan memaksimalkan pekerjaan agar memenuhi standar fungsionalitas. Risiko pada proyek ini banyak terjadi baik dari aspek internal maupun eksternal perusahaan, sehingga tujuan penelitian ini, yaitu mengidentifikasi risiko apa saja yang terjadi, memberikan hasil penilaian risiko, mengetahui faktor – faktor penyebab risiko, dan memberikan rekomendasi seperti apa yang diberikan pada Proyek Pembangunan Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAMPIDSUS) dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Diperoleh hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 14 peristiwa risiko yang terjadi dengan kategori peringkat tiga risiko dikategorikan tinggi, tujuh risiko dikategorikan sedang, dan empat risiko dikategorikan rendah. Mitigasi Risiko diberikan pada risiko yang dikategorikan tinggi, mitigasi risiko diberikan berupa, merekrut konsultan yang sesuai dengan kebutuhan proyek, menentukan jadwal demolish agar selesai dengan tepat waktu, kemudian berkomunikasi dan mengajukan review desain kepada konsultan, melakukan inspeksi lingkungan kerja secara rutin, melakukan penataan peralatan dan material yang baik, menganalisis kebutuhan SDM yang jelas, menerapkan jadwal kerja yang fleksibel, melakukan survey harga material lebih detail sesuai dengan kebutuhan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/53331
    Collections
    • Industrial Engineering [2835]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV