Show simple item record

dc.contributor.authorSafitri, Mega Karunia
dc.date.accessioned2024-10-29T02:47:37Z
dc.date.available2024-10-29T02:47:37Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53323
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara impostor syndrome dengan harga diri (self-esteem) pada mahasiswa high achiever. Responden dalam penelitian ini merupakan mahasiswa/i aktif berjenis kelamin laki- laki atau perempuan, berusia 19-23 tahun, dan memiliki IPK 3.50 - 4.00. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan meote pengambilan data purposive sampling. Adapun alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS) untuk mengukur impostor syndrome dan skala Coopersmith Self-esteem Inventory (CSEI) untuk mengukur tingkat harga diri (self-esteem). Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan adanya korelasi negatif signifikan antara impostor syndrome dan harga diri (self- esteem) dengan r sebesar -0.527 dengan signifikansi 0.000 (p<0.05). Maka semakin tinggi tingkat impostor syndrome maka semakin rendah (self-esteem) yang dimiliki responden. Sebaliknya, semakin tinggi tingkat harga diri (self-esteem) responden, maka semakin rendah impostor syndrome.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMahasiswa High Achieveren_US
dc.subjectImpostor Syndromeen_US
dc.subjectHarga Diri (Self-esteem)en_US
dc.titleHubungan Antara Impostor Syndrome dengan Harga Diri pada Mahasiswa High Achieveren_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20320267


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record