Hubungan Antara Impostor Syndrome dengan Harga Diri pada Mahasiswa High Achiever
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara impostor
syndrome dengan harga diri (self-esteem) pada mahasiswa high achiever.
Responden dalam penelitian ini merupakan mahasiswa/i aktif berjenis kelamin laki-
laki atau perempuan, berusia 19-23 tahun, dan memiliki IPK 3.50 - 4.00. Penelitian
ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan meote pengambilan data purposive
sampling. Adapun alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala Clance
Impostor Phenomenon Scale (CIPS) untuk mengukur impostor syndrome dan
skala Coopersmith Self-esteem Inventory (CSEI) untuk mengukur tingkat harga diri
(self-esteem). Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan
adanya korelasi negatif signifikan antara impostor syndrome dan harga diri (self-
esteem) dengan r sebesar -0.527 dengan signifikansi 0.000 (p<0.05). Maka semakin
tinggi tingkat impostor syndrome maka semakin rendah (self-esteem) yang dimiliki
responden. Sebaliknya, semakin tinggi tingkat harga diri (self-esteem) responden,
maka semakin rendah impostor syndrome.
Collections
- Psychology [2602]
