| dc.description.abstract | Indeks pembangunan manusia merupakan alat ukur yang sangat penting dalam
menilai kemajuan pembangunan manusia di suatu negara. Pilar utama dalam mengukur
indeks pembangunan manusia yaitu pendidikan, kesehatan, dan aspek ekonomi.
Namun, ketimpangan indeks pembangunan manusia masih menjadi permasalahan di
berbagai negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam. Hal ini dapat dilihat dari
disparitas antarnegara yang memiliki indeks pembangunan manusia sangat tinggi,
tinggi, menengah, dan rendah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis
pengaruh angka harapan hidup, jumlah penduduk, tingkat partisipasi angkatan kerja,
pendapatan per kapita, dan korupsi terhadap indeks pembangunan manusia di negara
anggota Organisasi Kerja Sama Islam. Data yang digunakan dalam penelitian ini
merupakan data sekunder yang bersumber dari Transparency, World Development Indicator
(WDI), dan Human Development Report yang diterbitkan oleh United Nations Development
Program. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan
menggunakan data time series dan cross section di negara anggota Organisasi Kerja Sama
Islam. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi indeks
pembangunan manusia di negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam. Faktor angka
harapan hidup, jumlah penduduk, dan pendapatan per kapita memiliki pengaruh positif
terhadap indeks pembangunan manusia di negara anggota Organisasi Kerja Sama
Islam. Sedangkan, faktor tingkat partisipasi angkatan kerja dan korupsi tidak memiliki
pengaruh terhadap indeks pembangunan manusia di Negara Anggota Organisasi Kerja
Sama Islam. | en_US |