Pengelompokkan Kabupaten/kota di NTB Berdasarkan Prediksi Produktivitas Padi Sawah Dengan Self-organizing Maps dan Multilayer Perceptron (Studi Kasus : Tingkat Produktivitas Padi Sawah di Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2015-2022)
Abstract
Pertumbuhan penduduk di Indonesia perlu dibarengi dengan kestabilan bahan
pangan sebagai kebutuhan utama seorang manusia. Tidak menentunya cuaca
dewasa ini, menjadikan produksi pangan, khususnya padi sawah di Indonesia cukup
terganggu. Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu lumbung padi
nasional yang perlu dijaga kestabilan produksi padinya. Tidak meratanya
penanganan terhadap cuaca ini menjadikan beberapa wilayah kabupaten di NTB
memiliki tingkat produktivitas yang cukup jauh berbeda dengan wilayah lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produktivitas padi sawah di Nusa
Tenggara Barat dengan memprediksi terlebih dahulu tingkat produktivitas untuk
tahun 2023 hingga 2024 menggunakan model terbaik dari metode multilayer
perceptron (MLP) yang kemudian hasilnya akan dijadikan acuan pengelompokkan
wilayah dengan menggunakan self orgaining map (SOM). Pengelompokkan
wilayah menggunakan SOM ini terlebih dahulu dilakukan penentuan jumlah cluster
optimal dengan menggunakan DBI. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat
3 clusters yang terbentuk dengan nilai DBI sebesar 0,391 diantaranya terdapat
cluster 1 terdiri dari 7 kabupaten/kota, cluster 2 terdiri dari 1 kabupaten, dan cluster
3 terdiri dari 2 kabupaten/kota.
Collections
- Statistics [1251]
