• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Chemical Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Chemical Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pra Rancangan Pabrik Fenil Asetat dari Fenol dan Asam Asetat Kapasitas 20.000 Ton/tahun

    Thumbnail
    View/Open
    20521218.pdf (4.060Mb)
    Date
    2024
    Author
    W, Hasnadika Nabilah. A.
    Fadaiyah, Rani Abid
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dengan meningkatnya populasi penduduk Indonesia khusunya pada usia muda yang sudah mulai memiliki kesadaran atas tren kecantikan, menyebabkan lahirnya banyak indsutri di bidang kosmetik lokal. Pertumbuhan yang cukup signifikan pada industri kosmetik ini ditandai dengan jumlah pertumbuhan jumlah indsutri kosmetik Indonesia yang mecapai 21,9%. Dikutip dari Siaran Pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, sekitar 913 perusahaan pada tahun 2022 meningkat menjadi 1.010 perusahaan hanya pada pertengahan 2023. Industri kosmetik dari brand lokal pun dapat menembus pasar luar negeri dengan jumlah ekspor secara kumulatif adalah USD 770,8 juta yang mencakup produk kosmetik, wewangian, dan essential oils. Salah satu bahan baku untuk produk-produk kecantikan seperti body lotion, antiperspirant, parfum eu de toilette, shampoo memiliki kandungan fenil asetat (McGinty, 2012). Namun, Indonesia saat ini belum memiliki pabrik dalam negeri yang memproduksi langsung fenil asetat. Dengan adanya pabrik fenil asetat tersendiri di Indonesia dapat menunjang kebutuhan fenil asetat dalam negeri tanpa harus melakukan impor. Oleh karena itu akan dibangun pabrik fenil asetat dengan kapasitas 20.000 ton/tahun. Pabrik akan didirikan di daerah karanganyar, Jawa Tengah seluas 30.720 m2. Proses ini dilakukan pada kondisi operasi 30°C dengan tekanan 1 atm. Untuk mencapai kapasitas 20.000 ton/tahun diperlukan bahan baku utama yaitu fenol sebesar 17.778 ton/tahun dan asam asetat sebesar 11.256 ton/tahun dengan katalis h-β sebanyak 1.123 ton/tahun. Selain itu dibutuhkan komponen penunjang seperti steam 20.903,71 kg/jam, udara tekan 82,24 m3 /jam, listrik keseluruhan 1.100 kW, solar 1.913,6 kg/jam. Pabrik dikategorikan low risk ditinjau dari bahan baku yang digunakan dan proses yang dilalui. Berdasarkan analisa ekonomi diketahui bahwa keuntungan setelah pajak sebesar Rp114.095.267.103, Return on Investment setelah pajak sebesar 13%, Pay Out Time (POT) setelah pajak sebesar 4,3 tahun, Break Even Point (BEP) sebesar 51,25%, Shut Down Point (SDP) sebesar 29,31% dan Discounted Cash Flow Rate (DCFR) sebesar 12%. Berdasarkan hasil evaluasi ekonomi tersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik fenil asetat layak secara ekonomi untuk didirikan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/53143
    Collections
    • Chemical Engineering [1334]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV