Show simple item record

dc.contributor.authorShafiyya, Amanda
dc.date.accessioned2024-10-24T04:23:45Z
dc.date.available2024-10-24T04:23:45Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53109
dc.description.abstractLatar Belakang: Populasi lansia yang terus meningkat tiap tahunnya perlu menjadi perhatian dikarenakan akan ada banyak sekali kerentanan yang dapat terjadi akibat perubahan dalam hidupnya, baik secara fisiologis, peran dan posisi sosial. Sehingga oleh karena perubahan-perubahan yang terjadi tersebut, akan ada kemungkinan bahwa para lanjut usia akan mengalami perubahan secara psikologis yang akan menyumbang rasio disabilitas pada lanjut usia (WHO, 2022). Salah satu perubahan psikologis yang dapat terjadi berupa perubahan kondisi mental seperti gangguan kecemasan bahkan depresi. Gejala dari depresi dapat berupa penurunan suasana hati, berkurangnya energi dan ketertarikan terhadap suatu hal, penurunan konsentrasi, penurunan kualitas tidur, dan penurunan nafsu makan. Selain itu, pada lanjut usia akan terjadi perubahan fisik dan penurunan fungsi organ tubuh. Akibatnya konsumsi dan penyerapan gizi akan terpengaruh sehingga terjadi resiko penurunan berat badan pada lanjut usia (Maryam, 2016). Tujuan Penelitian: Mengetahui adanya hubungan antara Tingkat Depresi dengan Penurunan Berat Badan pada Lanjut Usia di Panti Lansia Yayasan Wredha Mulya Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode pendekatan cross-sectional untuk mengetahui hubungan antara tingkat depresi dengan penurunan berat badan pada lansia panti wredha mulya yogyakarta dengan 31 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel bebas penelitian ini yaitu tingkat depresi pada lansia, sedangkan variabel terikatnya yaitu penurunan berat badan. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan tabel distribusi frekuensi. Analisis bivariat penelitian ini menggunakan uji koefisien korelasi spearman. Hasil Penelitian: Berdasarkan 31 sampel yang diolah didapatkan hasil analisis univariat 58,1% lansia memiliki tingkat depresi yang normal dan 41,9% lansia memiliki tingkat depresi ringan sedang. Lansia yang mengalami penurunan berat badan sebanyak 54,8% dan lansia yang tidak mengalami penurunan berat badan sebanyak 45,2%. Hasil analisis bivariat diperoleh p-value 0.661 dengan koefisien korelasi-0.115. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat depresi dengan penurunan berat badan pada lansia Panti Wredha Mulya Yogyakarta.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDepresien_US
dc.subjectPenurunan Berat Badanen_US
dc.subjectLansiaen_US
dc.titleHubungan Antara Tingkat Depresi dengan Penurunan Berat Badan Pada Lanjut Usia di Panti Lansia Yayasan Wredha Mulya Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20711121


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record