| dc.description.abstract | Latar belakang : Daun Singawalang secara tradisional telah digunakan untuk
pengobatan diabetes oleh masyarakat. Berdasarkan penelitian sebelumnya terdapat
beberapa senyawa aktif yang dapat dalam daun singawalang yaitu, benzaldehida,
benzil 2-hidroksietil trisulfida, mirisetin, kumarin, engeletin, astilbin, allantoin, dan
asam oleat yang telah teruji secara in silico sebagai agen antidiabetes yang bekerja
dengan cara meningkatkan kerja enzyme 5’ adenosine monophosphate-activated
protein kinase (AMPK). Pada penelitian lain menyebutkan meningkatkan kerja
enzim AMPK dapat dilakukan dengan menghambat kerja enzim AMP-Deaminase-
2 yang bekerja mengubah AMP menjadi IMP.
Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari senyawa aktif dalam daun
singawalang yang berperan sebagai agen antidiabetes dengan meningkatkan kerja
AMPK melalui penghambatan AMPD2 secara in silico.
Metode : Struktur protein diunduh pada situs https://www.rscb.org/ dan struktur
ligan uji digambarkan menggunakan ChemDraw, sedangkan ligan pembanding dan
ligan kontrol diunduh pada https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/. Penambatan
dilakukan menggunakan software Pyrx. Analisis hasil penambatan yang diamati
adalah Binding Affinity dan Root Mean Square Deviation (RMSD), kemudian
analisis visual hasil penambatan dilakukan menggunakan Discovery Studio.
Penilaian kelayakan ligan uji menjadi obat dilakukan dengan Aturan Lipinski dan
analisis ADMET menggunakan situs
https://admetlab3.scbdd.com/server/evaluation.
Hasil : Reseptor AMPD2 yang digunakan dengan PDB ID : 8HUB yang telah
divalidasi dengan nilai RMSD 0,697 Å. Semua senyawa uji memenuhi Aturan
Lipinski. Hasil analisis ADMET menunjukkan benzaldehida adalah senyawa uji
yang paling aman.
Kesimpulan : Senyawa uji menunjukkan interaksi dengan reseptor AMPD2,
memenuhi aturan Lipinski, dan memenuhi analisis ADMET. | en_US |