• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Persepsi Pernikahan Beda Agama Oleh Kalangan Influencer Pada Konten Podcast Youtube

    Thumbnail
    View/Open
    18421185.pdf (812.1Kb)
    Date
    2024
    Author
    Falihin, Mahbubil
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini mengkaji persepsi hukum tentang pernikahan beda agama yang diungkapkan oleh influencer pada podcast YouTube. Platform media sosial seperti YouTube memungkinkan pengguna untuk berbagi informasi hukum, bahkan menyimpang dari hukum positif. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana influencer membentuk dan menyebarkan opini tentang pernikahan beda agama, terutama di kalangan pendengar memiliki pemahaman terbatas tentang hukum positif. Penelitian ini menjawab dua pertanyaan: 1) Bagaimana influencer mempersepsikan pernikahan beda agama dalam konten podcast YouTube? 2) Bagaimana analisis hukum positif menginterpretasikan perspektif para influencer tentang pernikahan beda agama? Metode penelitian yang digunakan adalah metode tinjauan literatur kualitatif- deskriptif, dengan data primer yang dikumpulkan dari tiga kanal YouTube-Rans Entertainment, NOICE, dan Nadia Alaydrus-dan data sekunder yang diambil dari sumber-sumber tertulis yang terkait. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumenter, dan analisis konten digunakan untuk memahami bagaimana para influencer membentuk opini hukum di media sosial. Temuan ini menyoroti bahwa influencer menekankan toleransi, komitmen, dan nilai-nilai bersama sebagai elemen kunci dalam membangun pernikahan beda agama. Mereka mengadvokasi dialog terbuka, pemahaman yang mendalam, dan penghormatan terhadap keragaman. Para influencer juga mengakui adanya hambatan hukum di Indonesia, di mana hukum mengharuskan pasangan untuk memiliki agama yang sama untuk menikah secara sah, sehingga seringkali mendorong pasangan untuk mempertimbangkan pindah agama atau pilihan alternatif di luar negeri. Selain itu, para influencer mendukung reformasi hukum untuk mendorong inklusivitas dalam keragaman agama dan hak-hak individu. Analisis ini mencerminkan pemahaman yang berbeda tentang hukum pernikahan di Indonesia sembari mengadvokasi reformasi hukum yang lebih inklusif.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/53044
    Collections
    • Islamic Law [923]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV