| dc.description.abstract | Studi keterikatan karyawan masih sangat menarik untuk dikaji dan diuji
secara akademik dengan menggunakan metode kuantitatif melalui variabelvariabel baru pada konteks organisasi yang berbasis syariah. Tujuan dari
penelitian ini untuk menguji dan menganalisis faktor anteseden yaitu religiusitas,
kepemimpinan spiritual, dan keseimbangan kehidupan kerja terhadap keterikatan
karyawan, dampaknya pada perilaku inovatif pada Bank Syariah BUMN.
Pengambilan sampel sebanyak 231 karyawan Bank Syariah BUMN di 6
Kabupaten/Kota wilayah eks Karisedenan Jawa Tengah (Pati, Kedu, Semarang,
Pekalongan, Surakarta, dan Banyumas), namun yang bisa dianalisa sebanyak 226
responden. Uji analisa instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Pengambilan
sampel melalui pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan
cluster and convinience sampling, karena wilayah geografis populasi sangat luas,
dilakukan pembagian wilayah berdasar kota atau cluster. Teknik penentuan
responden menggunakan metode purposive sampling.
Hasil penelitian ini dari 10 (sepuluh) hipotesis, ada 5 (lima) hipotesis
secara langsung yang dinyatakan signifikan dan 2 (dua) tidak signifikan, yaitu
hubungan langsung antara spiritual leadership terhadap employee engagement,
dan religiosity terhadap perilaku inovatif. Ditambahkan dangan wawancara ke
beberapa responden untuk mensupport temuan tersebut. Setelah dilakukan uji
sobel, 3 (tiga) pengaruh tidak langsung 2 (dua) dinyatakan memediasi dan 1 (satu)
dinyatakan tidak memediasi, yaitu employee engagement tidak memediasi
hubungan antara spiritual leadership terhadap perilaku inovatif. | en_US |