Implementasi Program Tuntas Iqra’ dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Alqur’an di SMP Negeri 8 Yogyakarta
Abstract
SMP Negeri 8 Yogyakarta memiliki program-program keagamaan untuk mewujudkan
visi misi sekolah. Dua tahun terakhir terdapat banyak peserta didik yang belum bisa
membaca Alqur’an. Sedangkan SMP Negeri 8 Yogyakarta memiliki program keagamaan
unggulan yaitu tahfidz, yang belum banyak didapati di sekolah-sekolah negeri. Sejak
adanya covid-19 atau dua tahun terakhir, peserta didik SMP Negeri 8 Yogyakarta
mengalami penurunan dalam kualitas baca tulis Alqur’an. Menghadapi tantangan
tersebut, maka ada beberapa strategi yang digunakan SMP Negeri 8 Yogyakarta agar
dapat mencetak siswa-siswi yang selain berprestasi juga memiliki karakter yang religius,
serta bisa membaca Alqur’an dengan baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis
penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus penelitian. Teknik Pengumpulan data
dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data
penelitian ini menggunakan model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan
Huberman yaitu meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kegiatan program tuntas Iqra’ di SMP Negeri 8
Yogyakarta mampu meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an. Sebanyak 87 dari
siswa-siswi yang mengikuti program ini menunjukkan 72 siswa-siswi telah mampu
membaca Al-Qur’an dengan baik. Program ini menunjukkan hasil bahwa sebanyak 83%
dapat membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik. Hal ini dapat terlihat ketika peserta
didik mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas yang menunjukkan
peningkatan dalam membaca serta menulis Alqur’an dengan baik dan benar. Faktor
pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program Tuntas Iqra’ di SMP Negeri 8
Yogyakarta ini adalah: a. Faktor Pendukung 1) Area Masjid yang luas 2) Ruangan
Perpustakaan ber AC dan nyaman 3) Tersedia Alqur’an dan buku Iqra’ 4) Daya dukung
serta kerjasama antara sekolah, orang tua, dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, serta
BAZNAS. 5) Motivasi serta dorongan baik dari sekolah, dan orang tua. b. Faktor
Penghambat 1) Terbatasnya pengajar dari internal dalam pelaksanaan program tuntas
Iqra’ masih tergantung kepada pengajar dari luar 2) Butuh komunikasi yang lebih serta
motivasi yang lebih yang diberikan kepada peserta didik yang mengikuti ekstra wajib
Iqra’ 3) Peserta didik cenderung malu ketika mengikuti ekstra wajib Iqra’, disamping
teman-teman yang lain sudah bisa membaca Alquran. Sistem evaluasi implementasi
program tuntas Iqra’ di SMP Negeri 8 Yogyakarta dilakukan melalui asesmen sumatif
dengan menggunakan EBTA pada akhir jenjang Iqra’ atau jilid 6. Hasil asesmen ini akan
dijadikan acuan untuk menentukan sejauh mana tingkat kemampuan peserta didik dalam
membaca serta menulis Alqur’an. Penilaian berdasarkan kelancaran serta ketepatan dalam
bacaan.
