• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Pengendalian Kualitas dengan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) aan Fault Tree Analysis (FTA) Pada Proses Produksi Handuk

    Thumbnail
    View/Open
    20522078.pdf (2.737Mb)
    Date
    2024
    Author
    Mahsamia, Ardelia
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    CV. Lumintu merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang tekstil dimana proses produksinya dilakukan mulai dari benang hingga menjadi produk jadi. CV. Lumintu terletak di Jl. Umbul Nilo, Dusun 1, Janti, Kec. Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Produk yang dihasilkan oleh CV. Lumintu ini adalah handuk kecil (35cm x 70cm), handuk besar (50cm x100cm), waslap dan ikhrom. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adalah terdapat kecacatan produk handuk jenis handuk kecil pada setiap produksinya memiliki persentase kecacatan produk sebesar 3,1% dimana nilai tersebut melebihi batas toleransi persentase kecacatan yang ditetapkan oleh CV. Lumintu yaitu sebesar 2%. sehingga produk handuk kecil menjadi fokus untuk dilakukanya perbaikan kualitas. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meminimalisir risiko terjadinya kecacatan produk. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA), serta menggunakan bantuan tools diagram pareto dan juga fishbone diagram. Berdasarkan data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara produk yang memiliki persentase kecacatan tertinggi adalah produk handuk kecil dan produk yang paling banyak diminati oleh pelanggan adalah handuk kecil. Berdasarkan hasil analisis pada proses produksi ditemukan 8 jenis kecacatan, dimana kecacatan dengan persentase tertinggi adalah produk berlubang/bolong dengan persentase 22,0%. Berdasarkan hasil identifikasi fishbone diagram dan pengolahan FMEA diperoleh faktor dominan yang menjadi penyebab kecacatan produk adalah operator kurang terampil dengan nilai RPN sebesar 80. Usulan yang diberikan setelah ditemukan akar permasalahan menggunakan FTA adalah membuat standar operasional prosedur terkait pelaksanaan proses tenun dan mengadakan pelatihan bagi operator untuk meningkatkan skill pekerja serta meningkatkan pengawasan oleh supervisor pada proses tenun agar operator bekerja sesuai dengan standar operasional.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/52888
    Collections
    • Industrial Engineering [2835]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV