• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Praktik Pembagian Harta Warisan Kepada Anak Angkat Adat Baduy Perspektif Sosiologi Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak)

    Thumbnail
    View/Open
    22913013.pdf (4.100Mb)
    Date
    2024
    Author
    Dzahabiyyah, Rana
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Masyarakat adat Baduy terkenal dengan keunikan dalam menjalani kehidupan dan tradisinya. Salah satu tradisinya yaitu dalam pengangkatan anak. Anak angkat diakui bagian dari keluarga yang memiliki hak dan status yang sama dengan anak kandung. Hal ini menimbulkan terjadinya pengalihan harta warisan kepada anak angkat. Penelitian ini mengkaji praktik pembagian harta warisan kepada anak angkat dalam masyarakat adat Baduy melalui perspektif sosiologi hukum Islam dengan tujuan untuk memahami bagaimana norma adat tersebut terbentuk, dipraktikkan, serta implikasinya terhadap norma hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian lebih mendalam menggunakan studi kasus, serta menggunakan pendekatan yuridis dan sosiologi hukum Islam. Teknik penentuan informan melalui purposive sampling yang dilanjutkan dengan pengambilan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan praktik pembagian harta warisan kepada anak angkat adat Baduy menunjukkan pengaruh kuat dari norma adat, anak angkat dianggap setara dengan anak kandung dalam pembagian warisan. Masyarakat Baduy menganut sistem kekerabatan bilateral dan pewarisan individual. Dari perspektif sosiologi hukum Islam, praktik ini mencerminkan interaksi antara hukum Islam, adat, dan nilai sosial masyarakat. Meskipun aturan fiqh dan Kompilasi Hukum Islam tidak mengakui hak waris anak angkat, masyarakat Baduy memilih pendekatan adat yang mereka anggap lebih adil dan sesuai dengan kebutuhan sosial. Hal ini menunjukkan fleksibilitas hukum yang dipengaruhi oleh norma lokal dan tradisi, di mana harmoni sosial dan kebersamaan diutamakan demi menjaga keseimbangan dalam keluarga dan mencegah konflik.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/52886
    Collections
    • Master of Islamic Studies [182]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV