Analisis Perbandingan Algoritma K-means dan Gaussian Mixture Model (GMM) dalam Cluster Data (Studi Kasus : Indikator Kemiskinan Berdasarkan Kabupaten/kota di Jawa Tengah Tahun 2020)
Abstract
Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada penurunan pendapatan
penduduk di semua lapisan masyarakat dan mendorong perubahan perilaku dan
aktivitas ekonomi sehingga memicu kemiskinan terutama pada masyarakat yang
masuk ke dalam golongan rentan miskin. Menurut BPS, Jawa Tengah merupakan
salah satu provinsi di Pulau Jawa yang paling terdampak Covid-19. Pada tahun
2020 persentase penduduk miskin sebesar 11,41%, persentase ini mengalami
peningkatan dari tahun 2019 sebelumnya yang persentase penduduk miskinnya
berada di angka 10,80%. Kemiskinan yang terjadi dalam suatu wilayah dalam
jangka waktu yang panjang akan berdampak pada terhambatnya pembangunan
nasional. Pemerintah perlu mendapatkan gambaran kemiskinan setiap
kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk mengambil kebijakan penanggulangan
kemiskinan. Untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan program pembangunan
demi mengurangi kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah diperlukan suatu
penelitian yang dapat mengelompokkan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang
mempunyai ciri-ciri atau karakteristik kemiskinan yang hampir sama atau
homogen. Penelitian ini menggunakan analisis Non hierarchical clustering yaitu
algoritma K-Means dan Gaussian Mixture Model yang bertujuan untuk
mengelompokkan indikator kemiskinan berdasarkan Kabupaten/Kota di Provinsi
Jawa Tengah tahun 2020. Hasil dari penelitian ini didapatkan dari seluruh indeks
clustering (connectivity, dunn, silhouette) menunjukkan hasil clustering terbaik
dengan Gaussian Mixture Model dan jumlah cluster sebanyak 3. Cluster 1
meliputi 10 Kabupaten/Kota, cluster 2 meliputi 19 Kabupaten/Kota, cluster 3
meliputi 6 Kabupaten/Kota.
Collections
- Statistics [1227]
