Show simple item record

dc.contributor.authorRamadhani, Tiara Indah
dc.contributor.authorNabila, Ratih Putri
dc.date.accessioned2024-10-22T03:50:53Z
dc.date.available2024-10-22T03:50:53Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52866
dc.description.abstractSalah satu upaya dalam meningkatkan perekonomian Indonesia yakni dengan mendirikan pabrik kimia, salah satunya Pabrik Glukomanan. Glukomanan merupakan polisakarida nonpati yang dikenal sebagai serat larut air dengan ikatan polisakarida yang memiliki karbohidrat tinggi. Glukomanan dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuat beras tiruan, pembuatan mie dan pasta, serta digunakan dalam industri kimia, kertas, farmasi, kosmetik, dan lainnya. Pembangunan pabrik glukomanan dari umbi porang direncanakan di Saradan, Madiun, Jawa Timur dengan luas tanah 12.535 m2 . Pabrik ini didirikan dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, sarana transportasi yang memadai, tenaga kerja, perizinan, dan kondisi sosial masyarakat. Pabrik ini dapat memproduksi glukomanan sebanyak 7.500 ton/tahun dengan waktu operasi 330 hari/tahun selama 24 jam/hari dalam bentuk perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dan 110 karyawan untuk mendukung berjalannya pabrik. Banyaknya bahan baku yang digunakan yakni umbi porang sebesar 6.324 kg/jam. Proses pembuatan glukomanan terdiri dari tiga tahap yakni pretreatment bahan baku, purifikasi atau pemurnian glukomanan, dan modifikasi produk. Pretreatment bahan baku diawali dengan pengupasan kulit pada umbi porang dan pencucian untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada buah umbi porang. Selanjutnya, dilakukan pengecilan partikel umbi porang menjadi bentuk chips yang berfungsi untuk memperbesar luas kontak reaksi, sehingga proses dapat berjalan lebih cepat. Proses penghilangan kalsium oksalat dan zat pengotor glukomanan dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi glukomanan sehingga kualitas glukomanan dapat meningkat. Proses ini terbagi menjadi tiga tahap utama yang melibatkan alat berupa reaktor (RATB) dan mixing tank. Tahap pertama merupakan proses yang melibatkan reaksi, yaitu dengan melibatkan NaCl 8%. Zat ini akan menurunkan kadar kalsium oksalat yang tidak diinginkan. Tahap kedua dilakukan dengan menambahkan aluminium sulfat yang berfungsi sebagai agen koagulan pengikat impurities. Tahap ketiga adalah proses menambahkan etanol, dimana impurities akan terbawa bersama etanol dan proses ini akan menghasilkan high grade glukomanan dalam bentuk granula. Modifikasi produk dilakukan dengan penggilingan menggunakan alat ball mill dan pengayakan dengan screener berukuran 140 mesh. Hasil analisis ekonomi diperoleh ROI sebelum dan sesudah pajak 19,25% dan 14,44%, POT sebelum dan sesudah pajak selama 3,42 tahun dan 4,09 tahun, BEP 57,26% dan SDP 26,18%. Berdasarkan parameter kelayakan diatas dapat disimpulkan bahwa pabrik glukomanan dari umbi porang dengan kapasitas 7.500 ton/tahun layak untuk didirikan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEvaluasi Ekonomien_US
dc.subjectGlukomananen_US
dc.subjectRancang Pabriken_US
dc.subjectRATBen_US
dc.subjectUmbi Porangen_US
dc.titlePrarancangan Pabrik Glukomanan dari Umbi Porang dengan Kapasitas 7.500 Ton/tahunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20521016
dc.Identifier.NIM20521013


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record