• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Chemical Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Chemical Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Prarancangan Pabrik Glukomanan dari Umbi Porang dengan Kapasitas 7.500 Ton/tahun

    Thumbnail
    View/Open
    20521016.pdf (7.236Mb)
    Date
    2024
    Author
    Ramadhani, Tiara Indah
    Nabila, Ratih Putri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Salah satu upaya dalam meningkatkan perekonomian Indonesia yakni dengan mendirikan pabrik kimia, salah satunya Pabrik Glukomanan. Glukomanan merupakan polisakarida nonpati yang dikenal sebagai serat larut air dengan ikatan polisakarida yang memiliki karbohidrat tinggi. Glukomanan dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuat beras tiruan, pembuatan mie dan pasta, serta digunakan dalam industri kimia, kertas, farmasi, kosmetik, dan lainnya. Pembangunan pabrik glukomanan dari umbi porang direncanakan di Saradan, Madiun, Jawa Timur dengan luas tanah 12.535 m2 . Pabrik ini didirikan dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, sarana transportasi yang memadai, tenaga kerja, perizinan, dan kondisi sosial masyarakat. Pabrik ini dapat memproduksi glukomanan sebanyak 7.500 ton/tahun dengan waktu operasi 330 hari/tahun selama 24 jam/hari dalam bentuk perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dan 110 karyawan untuk mendukung berjalannya pabrik. Banyaknya bahan baku yang digunakan yakni umbi porang sebesar 6.324 kg/jam. Proses pembuatan glukomanan terdiri dari tiga tahap yakni pretreatment bahan baku, purifikasi atau pemurnian glukomanan, dan modifikasi produk. Pretreatment bahan baku diawali dengan pengupasan kulit pada umbi porang dan pencucian untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada buah umbi porang. Selanjutnya, dilakukan pengecilan partikel umbi porang menjadi bentuk chips yang berfungsi untuk memperbesar luas kontak reaksi, sehingga proses dapat berjalan lebih cepat. Proses penghilangan kalsium oksalat dan zat pengotor glukomanan dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi glukomanan sehingga kualitas glukomanan dapat meningkat. Proses ini terbagi menjadi tiga tahap utama yang melibatkan alat berupa reaktor (RATB) dan mixing tank. Tahap pertama merupakan proses yang melibatkan reaksi, yaitu dengan melibatkan NaCl 8%. Zat ini akan menurunkan kadar kalsium oksalat yang tidak diinginkan. Tahap kedua dilakukan dengan menambahkan aluminium sulfat yang berfungsi sebagai agen koagulan pengikat impurities. Tahap ketiga adalah proses menambahkan etanol, dimana impurities akan terbawa bersama etanol dan proses ini akan menghasilkan high grade glukomanan dalam bentuk granula. Modifikasi produk dilakukan dengan penggilingan menggunakan alat ball mill dan pengayakan dengan screener berukuran 140 mesh. Hasil analisis ekonomi diperoleh ROI sebelum dan sesudah pajak 19,25% dan 14,44%, POT sebelum dan sesudah pajak selama 3,42 tahun dan 4,09 tahun, BEP 57,26% dan SDP 26,18%. Berdasarkan parameter kelayakan diatas dapat disimpulkan bahwa pabrik glukomanan dari umbi porang dengan kapasitas 7.500 ton/tahun layak untuk didirikan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/52866
    Collections
    • Chemical Engineering [1334]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV