Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, PMA, PMDN, dan Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan terhadap Tingkat Pengangguran Terdidik Di Provinsi Jawa Barat (Tahun 2018-2022)
Abstract
Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah dengan penerimaan dan realisasi investasi
terbesar di Indonesia, didominasi oleh penanaman modal asing, dan pada tahun 2023
pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat tumbuh sebesar 5,5 persen (yoy),
menempati posisi kedua di Pulau Jawa. Akan tetapi, tingkat pengangguran terbuka di
Provinsi Jawa Barat dalam 4 tahun terakhir masih tinggi diatas data secara nasional
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Tingkat
Pengangguran Terdidik di Provinsi Jawa Barat tahun 2018-2022.Variabel yang
digunakan dalam penelitian meliputi Pertumbuhan Ekonomi, Penanaman Modal Asing
(PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan Pengeluaran Pemerintah
Sektor Pendidikan (PPSP) di 27 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat. Analisis
dilakukan dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber resmi yang diperoleh dari
Badan Pusat Statistik, Open Data Jawa Barat, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja
Provinsi Jawa Barat, dan Direktorat Jenderal Keuangan Perimbangan, dengan
menerapkan regresi data panel untuk mengevaluasi pengaruh variabel-variabel tersebut
terhadap tingkat pengangguran terdidik. Hasil temuan penelitian berdasarkan model
terbaik FEM (fixed effect models) menunjukkan bahwa Pertumbuhan Ekonomi, dan
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memiliki pengaruh negatif dan signifikan
terhadap Tingkat Pengangguran Terdidik. Sebaliknya, Penanaman Modal Asing
(PMA), Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan (PPSP) menunjukkan hubungan
positif dan tidak signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terdidik
Collections
- Economics [2702]
