Show simple item record

dc.contributor.authorSania
dc.date.accessioned2024-10-22T02:20:25Z
dc.date.available2024-10-22T02:20:25Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52825
dc.description.abstractLatar Belakang : Prevalensi nyeri terus meningkat seiring bertambahnya usia pada geriatri. Penggunaan obat yang tidak tepat pada geriatri tentunya harus dihentikan. Salah satu acuan yang digunakan untuk mengevaluasi penggunaan atau peresepan obat nyeri pada geriatri adalah kriteria Beers 2023. Tujuan : Untuk mengetahui profil pasien, profil obat, dan profil PIMs (Potentially Inappropriate Medications) pada geriatri yang menggunakan obat nyeri pada kriteria Beers 2023 di Unit Rawat Inap RS Sardjito 2023. Metode : Observasional analitik bersifat deskriptif data dari rekam medis pasien dengan pengolahan menggunakan Microsoft Excel Hasil : Penelitian ini melibatkan 39 pasien geriatri yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan berusia 60-74 tahun dengan lama rawat inap selama >7 hari. Ketidaksesuaian pengobatan nyeri pada geriatri di RS Dr. Sardjito berdasarkan kriteria Beers yaitu kriteria 2 ketorolac inj (3%) peresepan, dan na diclofenac (15%) dan ibuprofen (8%). Kriteria 3 yaitu na ketorolac inj (8%). Kriteria 5 yaitu fentanyl (15%) dan kriteria 6 yaitu na diclofenac (13%). Kesimpulan : Penggunaan obat nyeri berpotensi meningkatkan perdarahan GI dan tekanan darah yang ditandai dengan perrpanjangan apTT, INR dan tekanan darah,en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKriteria Beersen_US
dc.subjectGeriatrien_US
dc.subjectNyerien_US
dc.titleEvaluasi Penggunaan Obat Nyeri Pada Pasien Geriatri di Unit Rawat Inap RS Sardjito Berdasarkan Kriteria Beers 2023en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20613116


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record