Show simple item record

dc.contributor.authorNisrina, Rifdha Adelia
dc.date.accessioned2024-10-22T02:07:22Z
dc.date.available2024-10-22T02:07:22Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52819
dc.description.abstractPT Seven Energi Solusi merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang energi terbarukan dan tenaga surya baik untuk mitra lokal maupun international. Terdapat beberapa produk yang dimiliki seperti solar panel, inverter (Goodwe), dan lampu PJU (Penerangan Jalan Umum). Namun semua produk PT Seven Energi Solusi ini proses produksinya masih harus dilakukan di luar negeri hal ini dikarenakan bahan baku yang digunakan seperti silikon lebih mudah didapatkan dan harga lebih terjangkau sehingga perusahaan tidak akan terlepas dari bagian supply chain dalam memenuhi kebutuhan perusahaan yang bertugas untuk mendatangkan barang tersebut dari China. Permasalahan-permasalahan yang sering dihadapi PT Seven Energi Solusi yaitu seperti kerusakan barang saat proses pengiriman, terkendalanya pengiriman barang karena cuaca buruk, dan kesalahan dokumen yang dibutuhkan untuk proses Bea Cukai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko dari tiap risiko yang terjadi dan bagaimana hubungan sebab akibat antar risiko serta strategi penanganan risiko yang menjadi prioritas untuk mengurangi risiko pada aktivitas supply chain di PT Seven Energi Solusi. Proses pengolahan data menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL). Berdasarkan hasil perhitungan RPN pada metode FMEA terdapat 3 risiko yang termasuk dalam tingkatan tinggi, 4 risiko termasuk dalam tingkatan sedang dan 18 risiko termasuk dalam tingkatan rendah. Selanjutnya risiko yang telah diidentifikasi kemudian diolah menggunakan DEMATEL untuk mengetahui hubungan sebab akibat antar risiko yang terjadi. Didapatkan 13 risiko yang termasuk dispatcher atau kelompok penyebab dan 12 risiko termasuk receiver atau kelompok akibat. Risiko yang termasuk dalam kategori “tinggi” dan dispatcher 20% akan menjadi prioritas penanganan. Dengan demikian, didapatkan 6 risiko yang menjadi prioritas penanganan. Namun strategi penanganan risiko tetap dilakukan untuk seluruh risiko yang telah diidentifikasi sebelumnya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectRisikoen_US
dc.subjectSupply Chainen_US
dc.subjectFMEAen_US
dc.subjectDEMATELen_US
dc.titleAnalisis Risiko Pada Aktivitas Supply Chain PT Seven Energi Solusi menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Decision Making Trial dnd Evaluation Laboratory (Dematel)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20522357


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record