Analisis Risiko Pada Aktivitas Supply Chain PT Seven Energi Solusi menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Decision Making Trial dnd Evaluation Laboratory (Dematel)
Abstract
PT Seven Energi Solusi merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang energi
terbarukan dan tenaga surya baik untuk mitra lokal maupun international. Terdapat beberapa
produk yang dimiliki seperti solar panel, inverter (Goodwe), dan lampu PJU (Penerangan Jalan
Umum). Namun semua produk PT Seven Energi Solusi ini proses produksinya masih harus
dilakukan di luar negeri hal ini dikarenakan bahan baku yang digunakan seperti silikon lebih
mudah didapatkan dan harga lebih terjangkau sehingga perusahaan tidak akan terlepas dari
bagian supply chain dalam memenuhi kebutuhan perusahaan yang bertugas untuk
mendatangkan barang tersebut dari China. Permasalahan-permasalahan yang sering dihadapi
PT Seven Energi Solusi yaitu seperti kerusakan barang saat proses pengiriman, terkendalanya
pengiriman barang karena cuaca buruk, dan kesalahan dokumen yang dibutuhkan untuk proses
Bea Cukai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko dari tiap risiko yang
terjadi dan bagaimana hubungan sebab akibat antar risiko serta strategi penanganan risiko yang
menjadi prioritas untuk mengurangi risiko pada aktivitas supply chain di PT Seven Energi
Solusi. Proses pengolahan data menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis
(FMEA) dan Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL). Berdasarkan
hasil perhitungan RPN pada metode FMEA terdapat 3 risiko yang termasuk dalam tingkatan
tinggi, 4 risiko termasuk dalam tingkatan sedang dan 18 risiko termasuk dalam tingkatan
rendah. Selanjutnya risiko yang telah diidentifikasi kemudian diolah menggunakan DEMATEL
untuk mengetahui hubungan sebab akibat antar risiko yang terjadi. Didapatkan 13 risiko yang
termasuk dispatcher atau kelompok penyebab dan 12 risiko termasuk receiver atau kelompok
akibat. Risiko yang termasuk dalam kategori “tinggi” dan dispatcher 20% akan menjadi
prioritas penanganan. Dengan demikian, didapatkan 6 risiko yang menjadi prioritas
penanganan. Namun strategi penanganan risiko tetap dilakukan untuk seluruh risiko yang telah
diidentifikasi sebelumnya.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
