Show simple item record

dc.contributor.authorAzhar, M. Fadhilah Fairuz
dc.date.accessioned2024-10-22T02:00:10Z
dc.date.available2024-10-22T02:00:10Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52815
dc.description.abstractStres merupakan salah satu tantangan psikologis yang paling umum dihadapi oleh mahasiswa, dan hal ini dapat diperburuk pada individu dengan sensitivitas pemrosesan sensorik yang tinggi, yang dikenal sebagai Highly Sensitive Person (HSP). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara strategi regulasi emosi, seperti cognitive reappraisal dan expressive suppression, serta dampaknya terhadap tingkat perceived stress pada mahasiswa HSP. Menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-14) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ-6), penelitian ini mengumpulkan data dari 142 mahasiswa, 63 di antaranya diidentifikasi sebagai HSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan regulasi emosi yang lebih baik, terutama yang menggunakan strategi cognitive reappraisal, mengalami tingkat stres yang lebih rendah. mahasiswa HSP melaporkan tingkat stres yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa non-HSP. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi regulasi emosi yang tepat dapat membantu mahasiswa HSP mengelola tekanan akademik dan sosial dengan lebih baik, sehingga mengurangi tingkat stres mereka secara keseluruhan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectRegulasi Emosien_US
dc.subjectPerceived Stressen_US
dc.subjectHighly Sensitive Personen_US
dc.subjectCognitive Reappraisalen_US
dc.subjectExpressive Suppressionen_US
dc.titleHubungan Antara Regulasi Emosi dan Tingkat Perceived Stress pada Mahasiswa Highly Sensitive Person (HSP)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20320078


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record