Hubungan Antara Regulasi Emosi dan Tingkat Perceived Stress pada Mahasiswa Highly Sensitive Person (HSP)
Abstract
Stres merupakan salah satu tantangan psikologis yang paling umum dihadapi oleh
mahasiswa, dan hal ini dapat diperburuk pada individu dengan sensitivitas
pemrosesan sensorik yang tinggi, yang dikenal sebagai Highly Sensitive Person
(HSP). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara strategi
regulasi emosi, seperti cognitive reappraisal dan expressive suppression, serta
dampaknya terhadap tingkat perceived stress pada mahasiswa HSP. Menggunakan
Perceived Stress Scale (PSS-14) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ-6),
penelitian ini mengumpulkan data dari 142 mahasiswa, 63 di antaranya
diidentifikasi sebagai HSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa
dengan regulasi emosi yang lebih baik, terutama yang menggunakan strategi
cognitive reappraisal, mengalami tingkat stres yang lebih rendah. mahasiswa HSP
melaporkan tingkat stres yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa
non-HSP. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi regulasi emosi yang tepat dapat
membantu mahasiswa HSP mengelola tekanan akademik dan sosial dengan lebih
baik, sehingga mengurangi tingkat stres mereka secara keseluruhan.
Collections
- Psychology [2602]
