Simulator Sistem Batang Kendali Reaktor Nuklir
View/ Open
Date
2024Author
Farras, Asyam Irfan
Basyika, Nisal Muhammad
Metadata
Show full item recordAbstract
Kebutuhan energi listrik di Indonesia terus bertambah sejalan dengan pertumbuhan
ekonomi, jumlah penduduk, dan sektor industri. Untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,
pemerintah telah menyusun kebijakan energi nasional yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber
daya alam dan manusia. Pada tahun 2022, konsumsi listrik mencapai 273.761,48 GWh, dengan
sektor rumah tangga dan industri sebagai konsumen terbesar. Berdasarkan studi jangka panjang,
pada tahun 2025, kebutuhan energi diperkirakan akan meningkat empat kali lipat dibandingkan
tahun 2000, sehingga diperlukan diversifikasi sumber energi, termasuk Pembangkit Listrik
Tenaga Nuklir (PLTN). Namun, penerimaan masyarakat terhadap PLTN masih rendah karena
kekhawatiran terhadap potensi risiko nuklir dan tingginya biaya investasi.
Untuk mengatasi tantangan ini, edukasi mengenai energi nuklir melalui sarana seperti
simulasi Reaktor Nuklir sangat penting. Simulator Sistem Batang Kendali Reaktor PLTN telah
dikembangkan untuk melatih operator dan menguji sistem kontrol reaktor dalam lingkungan yang
aman. Penggunaan alat ini menunjukkan peningkatan efisiensi dalam pengambilan keputusan
serta peningkatan keamanan reaktor, meskipun ada kendala teknis terkait pengalaman pengguna
dan penyesuaian komponen. Alat ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap
kesalahan sistem dan mendukung operasional reaktor yang lebih aman dan efisien.
Pada sistem kendali batang reaktor nuklir, terdapat sistem keamanan atau redundansi yang
berperan dalam melindungi reaktor dari potensi bahaya. Sistem ini dirancang agar kendali batang
reaktor tetap beroperasi meskipun terjadi kegagalan pada komponen utamanya. Sebagai dukungan
untuk penelitian dan pengujian, sebuah simulator dikembangkan untuk menguji dan mengevaluasi
kinerja sistem kendali dalam berbagai kondisi operasional. Simulator ini memungkinkan para
peneliti menemukan kelemahan serta memperbaiki desain sistem kendali, sehingga meningkatkan
keamanan reaktor secara keseluruhan. Oleh karena itu, simulator ini menjadi alat yang sangat
penting untuk menjaga keamanan dan keandalan operasi reaktor nuklir.
Pengalaman pengguna saat menggunakan sistem yang telah dibuat cukup memuaskan,
meskipun terdapat beberapa kendala. Masalah yang muncul meliputi penyesuaian terhadap
komponen yang tersedia, pengurangan penggunaan mikrokontroler, serta keterbatasan
optimalisasi sistem. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengalaman pengguna dengan komponen
yang ada. Selain itu, sistem belum dapat berfungsi secara maksimal karena keterbatasan waktu
dan keahlian pengguna.
Collections
- Electric Engineering [889]
