Show simple item record

dc.contributor.authorSuyadi, Gladies Adelia
dc.date.accessioned2024-10-16T06:29:41Z
dc.date.available2024-10-16T06:29:41Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52516
dc.description.abstractStandar kecantikan yang menganggap wanita langsing merupakan representasi kecantikan mendorong banyak perempuan muda, terutama di fase emerging adulthood, untuk melakukan diet. Tekanan sosial dan media sosial memperkuat ketidakpuasan tubuh, yang sering kali berujung pada perilaku diet berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketidakpuasan tubuh dan perilaku diet pada wanita emerging adulthood di Yogyakarta. Responden dalam penelitian ini adalah 85 wanita yang sedang melakukan diet dengan rentang usia 18-25 tahun. Penelitian ini menggunakan skala Body Shape Questionnaire (BSQ- 34) dari Cooper et al. (1987) untuk mengukur ketidakpuasan tubuh dan skala The Dutch Eating Behaviour Questionnaire (DEBQ) dari Strein et al. (1986) untuk mengukur perilaku diet. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh dengan kecenderungan perilaku diet pada wanita (r = 0.393 dan p 0.000), dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini diterima.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKetidakpuasan Tubuhen_US
dc.subjectPerilaku Dieten_US
dc.subjectEmerging Adulthooden_US
dc.titleKetidakpuasan Tubuh dan Perilaku Diet Pada Wanita Emerging Adulthood di Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20320314


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record