| dc.description.abstract | Penelitian ini menganalisis tata niaga beras di Kabupaten Ponorogo dengan
tujuan mengidentifikasi dan memahami aspek-aspek yang memengaruhi efisiensi
distribusi, penetapan harga, serta struktur dan perilaku pelaku di sepanjang rantai pasok
beras. Kabupaten Ponorogo memiliki peran penting dalam produksi beras di
Indonesia, namun permasalahan dalam tata niaga sering kali menghambat
kesejahteraan petani. Tata niaga yang panjang dan praktik double marginalization
menyebabkan harga yang diterima petani rendah, sementara harga akhir untuk
konsumen tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan
pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan petani, pengepul, pedagang
besar, dan pengecer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakefisienan dalam
proses distribusi, ketidaktransparanan harga, serta penguasaan oleh pengepul besar
menjadi faktor dominan yang mempengaruhi tata niaga beras di Ponorogo. Penelitian
ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan efisiensi tata niaga dan
kesejahteraan petani, serta sebagai dasar untuk kebijakan terkait sektor pertanian dan
pangan di Kabupaten Ponorogo. | en_US |