Show simple item record

dc.contributor.authorAyu Aprilia, Dwi
dc.date.accessioned2024-10-16T04:05:16Z
dc.date.available2024-10-16T04:05:16Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id
dc.description.abstractKorban perundungan seringkali menjadi pelaku perundungan. Para korban merasa sakit hati dengan apa yang telah mereka alami dan melampiaskan dendamnya kepada orang lain yang lebih lemah. Perilaku yang dapat menghilangkan rasa dendam pada korban perundungan adalah dengan pemaafan. Terdapat beberapa faktor dari pemaafan diantaranya adalah regulasi emosi dan empati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan empati dengan pemaafan pada korban perundungan. Subjek penelitian ini adalah 233 mahasiswa Yogyakarta yang pernah mendapatkan perundungan. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu alat ukur pemaafan yang disusun oleh Nashori (2011). Lalu untuk alat ukur regulasi emosi menggunakan The Heidelberg Form for Emotion Regulation Strategies (HFERST) yang disusun oleh Izadpnah, Barnow, Neubauer & Holl (2017). Alat ukur empati pada penelitian ini menggunakan Basic Empathy Scale in Adults (BES-A) yangِdisusunِolehِCarre,ِStefaniak,ِD’ambrosioِdanِBensalahِ (2013). Serta alat ukur untuk korban peundungan menggunakan The multidimensional peer victimization scale- 24(MPVS-24) yang disusun Joseph dan Stockton (2018). Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan nilai Fhitung sebesar 43,466 dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 < 0,05. Berdasarkan tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh regulasi emosi dan empati secara simultan terhadap pemaafan. penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPemaafan, Regulasi Emosi, Empatien_US
dc.titlePemaafan Ditinjau dari Regulasi Emosi dan Empati pada Korban Perundunganen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM17320206


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record