| dc.description.abstract | Kecelakaan kerja merupakan suatu peristiwa yang dihindari oleh berbagai sektor di industri
karena dapat menimbulkan dampak yang serius bagi keselamatan dan kesejahteraan dari
pekerja. PT. Laksana Bus Manufaktur merupakan perusahaan karoseri produksi sebuah bus.
PT. Laksana Bus Manufaktur sendiri masih menggunakan tenaga manual dari para pekerja
untuk memproduksi bus mereka. Berdasarkan status karyawan, pekerja PT. Laksana Bus
Manufaktur terbagi menjadi 3 macam, yaitu status borongan, status kontrak, dan status tetap.
Tercatat sebanyak 13 kecelakaan kerja yang terjadi dalam 3 tahun terakhir, dimana PT. Laskana
bus manufaktur telah mentapkan ketentuan SOP akan tetapi kecelakaan kerja yang terjadi
tersebut banyak yang disebebkan oleh kurangnya kesadaran pekerja akan pentingnya Kesehatan
dan Keselamatan Kerja, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi
bahaya yang terdapat pada proses produksi bus dan memberikan penilaian risiko serta
meberikan pengandalian risiko dari potensi bahaya yang terdapat pada proses produksi dengan
menggunakan metode HIRARC. Diperoleh hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 5 potensi
bahaya dengan kategori rendah, 4 potensi bahaya dengan kategori sedang, 1 potensi bahaya
dengan kategoti tinggi, dan 3 potensi bahaya dengan kategori extreme yaitu pada divisi
prachasis dengan kode PC3, pada divisi body rangka dengan kode BR4, dan pada divisi
finishing dengan kode FS2. Ketiga Aktivitas pekerjaan tersebut perlu dilakukan penanganan
dengan segera karena dapat mengancam aktivitas serta keselamatan dari pekerja itu sendiri.
Pengendalian risiko diberikan pada potensi bahaya dengan kategori extreme. Pengendalian
risiko yang diberikan berupa penggunaan APD seperti safety helm, safety glass, safety gloves,
dan safety shoes. | en_US |