• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Optimisasi Produktivitas pada Section Disklavier Assy Grand Piano Menggunakan Full Time Equivalent (FTE) dan Waste Assessment Model (WAM) (Studi Kasus: PT. Yamaha Indonesia)

    Thumbnail
    View/Open
    20522018.pdf (9.442Mb)
    Date
    2024
    Author
    Taslimah, Noviana Dantri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    PT. Yamaha Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur berfokus pada ekspor piano yang diproduksi piano jenis Upright Piano (UP) dan Grand Piano (GP). Persaingan antar perusahaan yang semakin ketat menyebabkan PT. Yamaha Indonesia harus menghasilkan produk yang berkualitas dan semakin meningkatkan produktivitasnya. Untuk mencapai hal tersebut perusahaan berusaha untuk mengurangi pemborosan yang ada pada lini produksinya, khususnya di PT. Yamaha Indonesia pada kelompok kerja Disklavier Assy GP. Produktivitas yang masih berada dibawah target produksi yang ditetapkan. Hal ini berarti bahwa output yang dihasilkan masih belum optimal dan belum dapat memenuhi rencana produksi internal perusahaan. Kemudian, margin yang dimiliki Disklavier assy masih cukup tinggi, menunjukkan adanya ketidak efisienan pada proses perakitan yang berakibat pada peningkatan biaya produksi yang diinginkan. Dengan mengkombinasikan metode Full Time Equivalent untuk menganalisis beban kerja dan Waste Assessment Model untuk mengidentifikasi pemborosan, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas di section Disklavier Assy GP. Dari perhitungan FTE, dapat disimpulkan bahwa beban kerja dari 4 operator pada bulan Januari 2024 – Maret 2024 masih dalam kategori “underload”. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah operator yang ada lebih banyak daripada yang sebenarnya dibutuhkan untuk mengatasi beban kerja yang ada pada bulan tersebut. perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menyesuaikan jumlah operator sesuai dengan tingkat produksi yang sebenarnya. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan metode Waste Assessment Model didapatkan 2 waste dengan presentasi tertiggi yaitu waste motion dan waste inventory, waste motion sebesar 20,3% dan waste inventory sebesar 20,1%. Usulan yang diberikan untuk mengatasi beban kerja yaitu dengan rancangan pendistribusian ulang job description untuk bulan April 2024. Selain itu, perubahan dalam tata letak penyimpanan material dan penataan rak penyimpanan diusulkan untuk mengurangi waste motion dan waste inventory.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/52469
    Collections
    • Industrial Engineering [2835]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV