Show simple item record

dc.contributor.authorHanif Muhammad Azzam Shidiq, Raden
dc.date.accessioned2024-10-15T06:58:58Z
dc.date.available2024-10-15T06:58:58Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id
dc.description.abstractSampah plastik saat ini menjadi permasalahan di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut NOAA (2013) salah satu jenis sampah yang banyak ditemukan di laut dan darat adalah plastik. Berdasarkan penelitian dari Belgia, memperkirakan hewan laut yang dikonsumsi bisa memakan 1.800 hingga 11.000 mikroplastik dari makanan mereka pertahunnya (Beth et al., 2017). Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 95.181 km, terpanjang kedua di dunia dan lautnya merupakan 71% dari keseluruhan wilayahnya (Kementrian Kelautan, 2019). Maka dari itu potensi cemaran mikroplastik di laut Indonesia sangat besar. Salah satu daerah yang memiliki garis pantai adalah Kabupaten Garut dan Cianjur. Daerah ini terletak di selatan Provinsi Jawa Barat dan merupakan salah satu provinsi terpadat di Indonesia. Dalam jurnal Klein et al., (2015) dikatakan mikroplastik semakin berlimpah didekat perkotaan, industri, atau pemukiman padat penduduk. Namun, saat ini belum ada penelitian terkait penyebaran mikroplastik di pantai serta muara selatan Kabupaten Garut dan Cianjur. Sehingga dilakukan penelitian mikroplastik di pantai dan muara Santolo di selatan Kabupaten Garut, serta di pantai dan muara Ci Laki dan Ciparanje di selatan Kabupaten Cianjur. Penelitian ini untuk mengetahui persebaran mikroplastik (MPs) dengan pengambilan sampel sedimen muara, air muara, air laut dan pasir pantai. Sampel yang didapat akan di identifikasi secara fisik menggunakan mikroskop dan secara kimia menggunakan FT-IR. Dari penelitian ini diketahui mikroplastik ditemukan paling banyak di Pantai dan Muara Ci Laki dengan jumlah 2693 partikel, disusul oleh Pantai dan Muara Ciparanje dengan jumlah 2371 partikel, Pantai dan Muara Santolo 1906 Partikel. Pada analisis FT-IR ditemukan senyawa dengan score kemiripan tertinggi yaitu Tencel (75,2%), Polyacetylene (74,8%), Bemberg (74,9%), Ramie (71,9%), Cellophane (66,7%), PVAL (73,6%), PCTFE (64,5%), PTFE (81%), dan FEP (80,9%). Dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi refrensi pihak terkait untuk melakukan perencanaan penanganan sampah plastik dan ekosistem di perairan laut Indonesia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFT-IR, Laut, Mikroplastiken_US
dc.titleIdentifikasi Mikroplastik di Muara dan Pesisir Selatan Kabupaten Garut & Kabupaten Cianjuren_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM17513171
dc.Identifier.NIM17513171


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record