• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Identifikasi Mikroplastik di Muara dan Pesisir Selatan Kabupaten Garut & Kabupaten Cianjur

    Thumbnail
    View/Open
    17513171.pdf (2.243Mb)
    Date
    2021
    Author
    Hanif Muhammad Azzam Shidiq, Raden
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Sampah plastik saat ini menjadi permasalahan di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut NOAA (2013) salah satu jenis sampah yang banyak ditemukan di laut dan darat adalah plastik. Berdasarkan penelitian dari Belgia, memperkirakan hewan laut yang dikonsumsi bisa memakan 1.800 hingga 11.000 mikroplastik dari makanan mereka pertahunnya (Beth et al., 2017). Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 95.181 km, terpanjang kedua di dunia dan lautnya merupakan 71% dari keseluruhan wilayahnya (Kementrian Kelautan, 2019). Maka dari itu potensi cemaran mikroplastik di laut Indonesia sangat besar. Salah satu daerah yang memiliki garis pantai adalah Kabupaten Garut dan Cianjur. Daerah ini terletak di selatan Provinsi Jawa Barat dan merupakan salah satu provinsi terpadat di Indonesia. Dalam jurnal Klein et al., (2015) dikatakan mikroplastik semakin berlimpah didekat perkotaan, industri, atau pemukiman padat penduduk. Namun, saat ini belum ada penelitian terkait penyebaran mikroplastik di pantai serta muara selatan Kabupaten Garut dan Cianjur. Sehingga dilakukan penelitian mikroplastik di pantai dan muara Santolo di selatan Kabupaten Garut, serta di pantai dan muara Ci Laki dan Ciparanje di selatan Kabupaten Cianjur. Penelitian ini untuk mengetahui persebaran mikroplastik (MPs) dengan pengambilan sampel sedimen muara, air muara, air laut dan pasir pantai. Sampel yang didapat akan di identifikasi secara fisik menggunakan mikroskop dan secara kimia menggunakan FT-IR. Dari penelitian ini diketahui mikroplastik ditemukan paling banyak di Pantai dan Muara Ci Laki dengan jumlah 2693 partikel, disusul oleh Pantai dan Muara Ciparanje dengan jumlah 2371 partikel, Pantai dan Muara Santolo 1906 Partikel. Pada analisis FT-IR ditemukan senyawa dengan score kemiripan tertinggi yaitu Tencel (75,2%), Polyacetylene (74,8%), Bemberg (74,9%), Ramie (71,9%), Cellophane (66,7%), PVAL (73,6%), PCTFE (64,5%), PTFE (81%), dan FEP (80,9%). Dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi refrensi pihak terkait untuk melakukan perencanaan penanganan sampah plastik dan ekosistem di perairan laut Indonesia.
    URI
    dspace.uii.ac.id
    Collections
    • Environmental Engineering [1826]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV