Show simple item record

dc.contributor.authorAdhi Manggala, Brawira
dc.date.accessioned2024-10-15T06:42:50Z
dc.date.available2024-10-15T06:42:50Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id
dc.description.abstractPermasalahan genangan atau banjir adalah permasalahan yang sering terjadi di daerah perkotaan dan menjadi permasalahan rutin yang belum bisa terselesaikan. Salah satu pemicunya adalah akibat alih fungsi lahan yang semula daerah resapan air menjadi daerah yang tidak bisa meresapkan air serta ketidaksesuaian sistem drainase dan dimensi saluran drainase. Penelitian drainase dilaksanakan di Jalan Tegal Mlati Jombor Lor yang sesuai dengan daerah tangkapan air hujan sepanjang Jombor Lor RT.04 RW.20 Sindudadi, Mlati, Sleman, D.I. Yogyakarta guna mendapatkan sistem drainase dan dimensi saluran drainase yang optimum terkait dengan ukuran yang tersedia di pasaran. Transformasi curah hujan – debit banjir dilakukan dengan menggunakan program EPA SWMM 5.1. Hasil hitungan debit rancangan dengan menggunakan hidrograf satuan yang data masukan intensitas hujan berupa distribusi hujan jam-jaman (hyetograph) hasilnya kurang lebih sama dengan hasil hitungan debit rancangan dengan rumus Rasional yang data masukan intensitas hujan dari hitungan dengan rumus Mononobe (QABM  QMononobe), dan jauh lebih besar dari hasil hitungan debit rancangan dengan rumus Rasional yang data masukan intensitas hujan dari hitungan dengan rumus Modified Mononobe (QABM >> QModMon). Untuk luas lahan kedap air ± 45%, maka hasil hitungan debit rancangan dengan menggunakan hidrograf satuan yang data masukan intensitas hujan berupa distribusi hujan jam-jaman (hyetograph) hasilnya lebih kecil dari hasil hitungan debit rancangan dengan rumus Rasional yang data masukan intensitas hujan dari hitungan dengan rumus Mononobe (untuk Aatap ± 45%, maka QABM < QMononobe), sedangkan untuk luas lahan kedap air ± 30%, maka terjadi sebaliknya (untuk Aatap ± 30%, maka QABM > QMononobe). Debit puncak untuk kala ulang 2 tahun pada saluran C1 sebesar 0,813 m3/s, C2 sebesar 0,887m3/s, C3 sebesar 2,108 m3/s, dan C4 sebesar 2,289 m3/s. Tipe U-Ditch yang dibutuhkan untuk ruas saluran C1 dan C2 adalah U-Ditch 600x800x1200 dan untuk ruas saluran C3 dan C4 adalah U-Ditch 800x1000x1200. Dalam menentukan ukuran U-Ditch (width & height) yang paling efektif dalam mengalirkan debit puncak banjir rancangan dibatasi dengan ukuran U-Ditch yang ada di pasaran, padahal sangat dimungkinkan dari hasil hitungan didapatkan ukuran U-Ditch yang lebih efektif dalam mengalirkan debit puncak banjir rancangan tersebut.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectbanjir, Jombor Lor, SWMMen_US
dc.titleEvaluasi Sistem Drainase Akibat Perubahan Tata Guna Lahan di Jombor Lor dengan Program EPA SWMM 5.1 (Evaluation of Drainage System Due to Land Use Change in Jombor Lor by Using EPA SWMM 5.1 Program)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM14511131


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record