• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Evaluasi Sistem Drainase Akibat Perubahan Tata Guna Lahan di Jombor Lor dengan Program EPA SWMM 5.1 (Evaluation of Drainage System Due to Land Use Change in Jombor Lor by Using EPA SWMM 5.1 Program)

    Thumbnail
    View/Open
    14511131.pdf (7.687Mb)
    Date
    2021
    Author
    Adhi Manggala, Brawira
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Permasalahan genangan atau banjir adalah permasalahan yang sering terjadi di daerah perkotaan dan menjadi permasalahan rutin yang belum bisa terselesaikan. Salah satu pemicunya adalah akibat alih fungsi lahan yang semula daerah resapan air menjadi daerah yang tidak bisa meresapkan air serta ketidaksesuaian sistem drainase dan dimensi saluran drainase. Penelitian drainase dilaksanakan di Jalan Tegal Mlati Jombor Lor yang sesuai dengan daerah tangkapan air hujan sepanjang Jombor Lor RT.04 RW.20 Sindudadi, Mlati, Sleman, D.I. Yogyakarta guna mendapatkan sistem drainase dan dimensi saluran drainase yang optimum terkait dengan ukuran yang tersedia di pasaran. Transformasi curah hujan – debit banjir dilakukan dengan menggunakan program EPA SWMM 5.1. Hasil hitungan debit rancangan dengan menggunakan hidrograf satuan yang data masukan intensitas hujan berupa distribusi hujan jam-jaman (hyetograph) hasilnya kurang lebih sama dengan hasil hitungan debit rancangan dengan rumus Rasional yang data masukan intensitas hujan dari hitungan dengan rumus Mononobe (QABM  QMononobe), dan jauh lebih besar dari hasil hitungan debit rancangan dengan rumus Rasional yang data masukan intensitas hujan dari hitungan dengan rumus Modified Mononobe (QABM >> QModMon). Untuk luas lahan kedap air ± 45%, maka hasil hitungan debit rancangan dengan menggunakan hidrograf satuan yang data masukan intensitas hujan berupa distribusi hujan jam-jaman (hyetograph) hasilnya lebih kecil dari hasil hitungan debit rancangan dengan rumus Rasional yang data masukan intensitas hujan dari hitungan dengan rumus Mononobe (untuk Aatap ± 45%, maka QABM < QMononobe), sedangkan untuk luas lahan kedap air ± 30%, maka terjadi sebaliknya (untuk Aatap ± 30%, maka QABM > QMononobe). Debit puncak untuk kala ulang 2 tahun pada saluran C1 sebesar 0,813 m3/s, C2 sebesar 0,887m3/s, C3 sebesar 2,108 m3/s, dan C4 sebesar 2,289 m3/s. Tipe U-Ditch yang dibutuhkan untuk ruas saluran C1 dan C2 adalah U-Ditch 600x800x1200 dan untuk ruas saluran C3 dan C4 adalah U-Ditch 800x1000x1200. Dalam menentukan ukuran U-Ditch (width & height) yang paling efektif dalam mengalirkan debit puncak banjir rancangan dibatasi dengan ukuran U-Ditch yang ada di pasaran, padahal sangat dimungkinkan dari hasil hitungan didapatkan ukuran U-Ditch yang lebih efektif dalam mengalirkan debit puncak banjir rancangan tersebut.
    URI
    dspace.uii.ac.id
    Collections
    • Civil Engineering [4783]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV