Show simple item record

dc.contributor.authorSyahrizal, Anindya Kiranandika
dc.date.accessioned2024-10-15T03:30:35Z
dc.date.available2024-10-15T03:30:35Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52378
dc.description.abstractKebutuhan bahan bakar diesel di Indonesia yang kian meningkat menimbulkan permasalahan pada kelangkaan BBM. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang disintesis dari jelantah sebagai bahan baku biosolar B35. Selain itu, penggunaan bahan bakar diesel berdampak negatif terhadap lingkungan berupa emisi gas buang CO, CO2, HC, O2, dan NOx yang dihasilkan dari proses pembakaran yang tidak sempurna. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, penambahan bioaditif dilakukan sebagai penyumbang gugus oksigenat untuk mengoptimalkan pembakaran dalam mengurangi emisi gas buang. Tahapan penelitian terdiri dari: 1) Sintesis FAME dari minyak jelantah melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis basa; 2) B35 diformulasikan dari 35% FAME dengan penambahan 65% Dexlite; 3) Penambahan bioaditif dari fraksi minyak serai wangi; 4) Pengujian emisi gas buang menggunakan mesin diesel Nissan SD 22. Hasil penelitian menunjukkan kadar FAME yang diperoleh 99,86%. Penambahan bioaditif pada B35 mampu menurunkan emisi gas CO sebesar 45%. Namun, emisi gas HC tidak berubah signifikan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFatty Acid Methyl Esteren_US
dc.subjectB35en_US
dc.subjectBioaditifen_US
dc.subjectEmisien_US
dc.titleSintesis Fame Dari Jelantah Sebagai Bahan Baku Biosolar dengan Penambahan Bioaditif Untuk Optimalisasi Pembakaran Pada Mesin Dieselen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20612008


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record