Manajemen Risiko Operasional pada BAZNAS Kabupaten Semarang di Masa Pandemi Covid-19
Abstract
BAZNAS Kabupaten Semarang sebagai institusi zakat dalam melakukan tugas dan fungsinya memiliki eksposur terhadap berbagai macam risiko. Upaya menjaga agar tugas dan fungsi tersebut dapat berjalan dengan baik maka institusi zakat dituntut untuk mampu mengelola risiko-risiko yang dihadapinya secara efektif dalam kondisi apapun. Dalam konteks dunia zakat, risiko tidak dapat dihindari atau dihilangkan, akan tetapi dapat dikelola dan dikendalikan. Oleh karena itu, pengelolaan zakat juga memerlukan serangkaian prosedur dan metodologi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko yang kemungkinan timbul dari suatu kegiatan usaha, atau yang sering disebut dengan manajemen risiko. Pandemi covid-19 yang gempar di Indonesia sejak Maret 2020 tentu bepengaruh terhadap kinerja BAZNAS untuk memaksimalkan perannya. Sehingga tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana analisis manajemen risiko operasional pada BAZNAS Kabupaten Semarang di masa pandemi covid-19. Penerapan manajemen risiko pada penelitian ini menggunakan model ERM COSO Modifikasi. Penelitian ini merupakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 0 identifikasi risiko yang masuk tingkat risiko ekstrim, 2 identifikasi risiko yang masuk tingkat risiko tinggi, 46 identifikasi risiko yang masuk tingkat risiko moderat, dan 12 identifikasi risiko yang masuk tingkat risiko rendah. Risiko yang paling terkendala selama pandemi covid-19 yaitu risiko penyaluran dana zakat, karena batasan kegiatan yang menjadikan kurang maksimalnya dalam hal penyaluran.
URI
dspace.uii.ac.idCollections
- Islamic Economics [1140]
