Show simple item record

dc.contributor.authorSyam, Fahmi
dc.date.accessioned2024-09-27T03:00:25Z
dc.date.available2024-09-27T03:00:25Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52050
dc.description.abstractPengelolaan Zakat yang baik adalah pengelolaan yang dapat menyejahterakan masyarakat baik yang berada di kota maupun yang berada di desa khususnya di Kawasan Perbatasan. Faktanya, kawasan perbatasan masuk ke dalam daerah yang tertinggal dalam berbagai aspek berdasarkan berbagai penelitian. Salah satunya daerah perbatasan Indonesia Malaysia di Provinsi Kalimantan Utara. Instrumen Zakat dengan pengelolaan dan pemberdayaan dana Zakat yang baik dapat menjadi solusi permasalahan tersebut, akan tetapi pengelolaan itu harus didukung dengan pengelolaan yang baik, sistematis, dan terukur yang dilakukan oleh Lembaga pengelola Zakat di Kawasan perbatasan. Sehingga penelitian ini menganalis masalah dan peran lembaga pengelola Zakat di Kawasan perbatasan Indonesia Malaysia. Penelitian ini penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologis normatif dan perbandingan hukum, dilengkapi dengan penelitian lapangan sebagai pendukung. Objek penelitiannya adalah lembaga pengelola Zakat di kawasan perbatasan Indonesia Malaysia. Untuk mengetahui kinerja digunakan teori kinerja pengelola Zakat yang dianalisis menggunakan teori Maqāsid al-Syarī’ah Jasser Auda. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat masalah dan peran Lembaga pengelola Zakat berada di Kawasan perbatasan Indonesia - Malaysia yaitu BAZNAS Kab. Nunukan dan Majelis Ugama Islam Sabah Bahagian Zakat. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Zakat kinerja yang dilakukan oleh Bahagian Zakat Majelis Ugama Islam Sabah (MUIS) lebih baik dan tinggi hampir seluruh indikator Indonesia Zakat Development Report (IZDR) dibandingkan BAZNAS Kab. Nunukan. Berdasarkan perspektif Undang-Undang dan Maqāṣid Sharī’ah, bahwa Bahagian Zakat Majlis Ugama Islam Sabah serta BAZNAS Kab. Nunukan telah sesuai menjalankan fungsinya, akan tetapi perlu terobosan pengelolaan Zakat lintas batas negara agar ketimpangan pengelolaan tidak begitu terlihat. Adapun rekomendasi yang penulis sarankan pihak terkait untuk mulai mengembangkan pengelolaan Zakat tanpa melihat batasan negara, demi tercapainya nilai kemashlahatan masyarakat muslim khususnya perbatasan Indonesia Malaysia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPerbatasanen_US
dc.subjectPengelolaan Zakaten_US
dc.subjectIndonesiaen_US
dc.subjectMalaysiaen_US
dc.titlePengelolaan Zakat Kawasan Perbatasan Indonesia-malaysia (Studi Komparatif Pada Baznas Nunukan Kalimantan Utara dan Bahagian Zakat Majlis Ugama Islam Sabah)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20933002


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record