Dampak Invasi Palestina Terhadap Dinamika Pembelian Produk Mcdonald’s
Abstract
Perkembangan teknologi dan industri pangan telah mempermudah masuknya
budaya asing ke Indonesia, yang kemudian mendorong kebutuhan masyarakat akan
makanan cepat saji yang praktis dan cepat. Restoran makanan cepat saji menjadi
solusi bagi banyak orang, meskipun kemunculannya menimbulkan debat terkait
dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, dan budaya lokal. Penolakan
McDonald’s di Indonesia sering kali terkait dengan isu politik dan sosial, terutama
sentimen anti-Amerika dan kekhawatiran mengenai dampak globalisasi. Isu
Palestina juga memainkan peran penting dalam gerakan penolakan, dengan banyak
masyarakat dan organisasi mendukung penolakan terhadap perusahaan yang
dianggap mendukung Israel. Gerakan ini mencerminkan solidaritas masyarakat
Indonesia terhadap Palestina dan menunjukkan bagaimana isu internasional dapat
mempengaruhi perilaku konsumen di tingkat lokal. Penelitian ini dilakukan dengan
menyebarkan GoogleForm kepada mahasiswa aktif Universitas Islam Indonesia
(Diploma dan Sarjana), dengan menggunakan metode analisis McNemar’s dan
analisis sentimen. Hasil penelitian ini diperoleh frekuensi dan Intensitas Pembelian
sebelum dan sesudah invasi di Palestina, terdapat perubahan yang signifikan dalam
frekuensi dan intensitas pembelian produk McDonald’s. Banyak konsumen yang
sebelumnya rutin membeli produk McDonald’s mulai mengurangi intensitas
pembelian atau berhenti sama sekali. Dengan hasil analisis sentimen yaitu diperoleh
bahwa dukungan McDonald’s terhadap Israel berdampak negatif terhadap citra
merek dan reputasi di mata konsumen yang menunjukkan bahwa banyaknya opini
negatif terkait dukungan tersebut lebih banyak dibanding opini netral dan positif
yaitu sebanyak 214 opini negatif yang mencerminkan ketidakpuasan dan
kemarahan konsumen terhadap tindakan yang dilakukan McDonald’s.
Collections
- Statistics [1251]
