Small Area Estimation Pada Studi Kasus Estimasi Tingkat Kemiskinan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Multinomial Mixed Effect Model
Abstract
Kemiskinan dapat dijelaskan sebagai keadaan di mana pendapatan seseorang
Kemiskinan merupakan kondisi di mana pendapatan seseorang tidak mencukupi
untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, dan
pendidikan. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode Small Area Estimation
(SAE) dengan Multinomial Mixed Effect Model untuk mengestimasi tingkat
kemiskinan di tingkat kabupaten/kota di Provinsi DI Yogyakarta selama periode
2017 hingga 2022, serta untuk memahami situasi kemiskinan di wilayah tersebut
menggunakan pendekatan ini.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif,
dengan data sekunder berupa deret waktu yang meliputi Tingkat Kemiskinan,
Indeks Kedalaman Kemiskinan, Indeks Keparahan Kemiskinan, Rata-rata Lama
Sekolah, dan Tingkat Pengangguran Terbuka yang disediakan oleh Badan Pusat
Statistik (BPS). Analisis data dilakukan menggunakan Small Area Estimation
dengan pendekatan Multinomial Mixed Effect Model. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penggunaan Multinomial Mixed Effect Model dalam SAE
efektif untuk mengestimasi tingkat kemiskinan di DI Yogyakarta selama periode
yang diteliti. Model ini, dengan menggunakan variabel penyerta, memberikan
estimasi yang lebih akurat dibandingkan dengan estimasi langsung. Melalui
simulasi bootstrap resampling pada berbagai ukuran sampel, kecukupan presisi
dari metode SAE dapat dievaluasi. Analisis efisiensi relatif menunjukkan bahwa
model SAE dengan pendekatan Multinomial Mixed Effect memiliki nilai Mean
Squared Error (MSE) rata-rata sebesar 1,9, lebih rendah dibandingkan dengan
estimasi langsung yang memiliki MSE rata-rata sebesar 4,8, menunjukkan bahwa
estimasi menggunakan model SAE ini lebih unggul.
Collections
- Statistics [1251]
