Show simple item record

dc.contributor.authorMaharani, Nadasyifa Maulidina
dc.date.accessioned2024-09-26T01:39:57Z
dc.date.available2024-09-26T01:39:57Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51993
dc.description.abstractPenyakit lupus merupakan penyakit autoimun yang tidak dapat disembuhkan sehingga termasuk juga pada kategori penyakit kronis. Penderita lupus akan merasakan perubahan baik dalam segi fisik maupun psikis, seperti kualitas hidup yang dapat mempengaruhi rangkaian pengobatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penerimaan diri dan resiliensi terhadap kualitas hidup pada orang dengan penderita lupus. Responden yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 154 responden yang telah didiagnosis mengalami lupus oleh dokter dengan rentang usia 18 hingga 50 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala LupusQoL, USAQ, skala Resiliensi. Riset ini membuktikan adanya peran penerimaan diri dan reseliensi terhadap kualitas hidup secara bersama-sama, lebih lanjut penerimaan diri memiliki peran yang cukup besar dalam meningkatkan kualitas hidup pada penderita lupus. Hasil yang diproleh dari penelitian ini adalah R square sebesar 7,6% dan signifikan P= < 0.05. Hipotesis dalam penelitian ini diterima secara bersama-sama variabel penerimaan diri dan resiliensi memiliki pengaruh terhadap kualitas hidup. Semakin tinggi penerimaan diri serta resiliensi, maka semakin tinggi pula tingkat kualitas hidup penderita lupus.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKualitas Hidupen_US
dc.subjectPenerimaan Dirien_US
dc.subjectResiliensien_US
dc.subjectPenderita Lupusen_US
dc.titlePeran Penerimaan Diri dan Resiliensi Terhadap Kualitas Hidup pada Penderita Lupusen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20320199


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record