Peran Penerimaan Diri dan Resiliensi Terhadap Kualitas Hidup pada Penderita Lupus
Abstract
Penyakit lupus merupakan penyakit autoimun yang tidak dapat disembuhkan sehingga
termasuk juga pada kategori penyakit kronis. Penderita lupus akan merasakan
perubahan baik dalam segi fisik maupun psikis, seperti kualitas hidup yang dapat
mempengaruhi rangkaian pengobatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
peran penerimaan diri dan resiliensi terhadap kualitas hidup pada orang dengan
penderita lupus. Responden yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 154 responden
yang telah didiagnosis mengalami lupus oleh dokter dengan rentang usia 18 hingga 50
tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear
berganda. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala LupusQoL, USAQ, skala
Resiliensi. Riset ini membuktikan adanya peran penerimaan diri dan reseliensi terhadap
kualitas hidup secara bersama-sama, lebih lanjut penerimaan diri memiliki peran yang
cukup besar dalam meningkatkan kualitas hidup pada penderita lupus. Hasil yang
diproleh dari penelitian ini adalah R square sebesar 7,6% dan signifikan P= < 0.05.
Hipotesis dalam penelitian ini diterima secara bersama-sama variabel penerimaan diri
dan resiliensi memiliki pengaruh terhadap kualitas hidup. Semakin tinggi penerimaan
diri serta resiliensi, maka semakin tinggi pula tingkat kualitas hidup penderita lupus.
Collections
- Psychology [2579]
