Show simple item record

dc.contributor.authorAulia, Anjali Neysa
dc.date.accessioned2024-09-25T06:51:59Z
dc.date.available2024-09-25T06:51:59Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51980
dc.description.abstractCosplay merupakan salah satu pop-culture Jepang yang saat ini cukup populer di kalangan anak muda di seluruh dunia. Melihat kesempatan ini Pemerintah Jepang memutuskan untuk menjadikan cosplay sebagai salah satu sarana diplomasi publik mereka. Contohnya adalah World Cosplay Summit (WCS), sebuah acara cosplay tahunan yang diadakan di kota Nagoya Jepang. Pemerintah Jepang bekerja sama dengan WCS untuk melakukan diplomasi publik mereka. Penelitian ini menganalisis diplomasi publik Jepang melalui World Cosplay Summit (WCS) pada tahun 2006-2019, dengan menggunakan teori kolaborasi aktif (active collaboration) dari Geun Lee dan Kadir Ayhan. WCS berfungsi sebagai alat promosi budaya Jepang terutama budaya populer mereka. Selain itu, WCS juga berfungsi sebagai platform untuk memperkenalkan budaya populer Jepang ke masyarakat internasional, mendukung pertukaran budaya dan memperkuat citra positif Jepang di dunia. Keterlibatan Kementerian Luar Negeri Jepang dalam acara ini mencerminkan strategi diplomasi publik yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan internasional dan mempromosikan pariwisata. Penelitian ini mengevaluasi dampak ekonomi dan sosial WCS, khususnya di Kota Nagoya, serta keberhasilan inisiatif ini dalam memperkuat hubungan internasional Jepang dengan negara anggota WCS.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDiplomasi Publiken_US
dc.subjectActive Collaborationen_US
dc.subjectWorld Cosplay Summiten_US
dc.subjectKementerian Luar Negeri Jepangen_US
dc.titleKolaborasi Aktif Jepang melalui Cosplay: Studi Kasus World Cosplay Summit Tahun 2006-2019en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323154


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record