Kolaborasi Aktif Jepang melalui Cosplay: Studi Kasus World Cosplay Summit Tahun 2006-2019
Abstract
Cosplay merupakan salah satu pop-culture Jepang yang saat ini cukup populer di kalangan anak
muda di seluruh dunia. Melihat kesempatan ini Pemerintah Jepang memutuskan untuk
menjadikan cosplay sebagai salah satu sarana diplomasi publik mereka. Contohnya adalah World
Cosplay Summit (WCS), sebuah acara cosplay tahunan yang diadakan di kota Nagoya Jepang.
Pemerintah Jepang bekerja sama dengan WCS untuk melakukan diplomasi publik mereka.
Penelitian ini menganalisis diplomasi publik Jepang melalui World Cosplay Summit (WCS) pada
tahun 2006-2019, dengan menggunakan teori kolaborasi aktif (active collaboration) dari Geun
Lee dan Kadir Ayhan. WCS berfungsi sebagai alat promosi budaya Jepang terutama budaya
populer mereka. Selain itu, WCS juga berfungsi sebagai platform untuk memperkenalkan budaya
populer Jepang ke masyarakat internasional, mendukung pertukaran budaya dan memperkuat
citra positif Jepang di dunia. Keterlibatan Kementerian Luar Negeri Jepang dalam acara ini
mencerminkan strategi diplomasi publik yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan
internasional dan mempromosikan pariwisata. Penelitian ini mengevaluasi dampak ekonomi dan
sosial WCS, khususnya di Kota Nagoya, serta keberhasilan inisiatif ini dalam memperkuat
hubungan internasional Jepang dengan negara anggota WCS.
Collections
- International Relations [927]
